News

Menuju Transformasi Digital, Desa Pamarican Ciamis Dikembangkan Jadi Desa Digital Percontohan

Redaksi
×

Menuju Transformasi Digital, Desa Pamarican Ciamis Dikembangkan Jadi Desa Digital Percontohan

Sebarkan artikel ini

CIAMIS | KlikGenZ – Pemerintah Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, terus mendorong akselerasi transformasi digital hingga ke tingkat desa. Salah satu wujud nyata dari upaya tersebut adalah pengembangan Desa Pamarican sebagai desa digital percontohan.

Desa digital tidak hanya berarti wilayah yang memiliki akses internet cepat dan stabil, tetapi juga desa yang memanfaatkan teknologi informasi secara optimal untuk meningkatkan kualitas hidup warganya. Dalam konsep ini, teknologi diintegrasikan dalam berbagai aspek kehidupan – mulai dari pelayanan publik, pendidikan, kesehatan, hingga perekonomian desa.

Baca Juga  Dari Antrean ke Layar : Revolusi Digital di RST Bukittinggi

Dalam sebuah video unggahan di kanal YouTube Diskominfo Ciamis, dijelaskan bahwa pengembangan desa digital bertujuan menciptakan ekosistem masyarakat yang inovatif, inklusif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

“Desa digital adalah jawaban atas tantangan masa depan. Ketika teknologi dimanfaatkan secara cerdas, desa dapat menjadi pusat pertumbuhan baru yang tidak kalah maju dibandingkan kota,” ujar salah satu narasumber dalam video tersebut.

Langkah konkret yang telah dilakukan Desa Pamarican antara lain adalah digitalisasi layanan administrasi desa, pemanfaatan aplikasi berbasis daring untuk pelaporan dan informasi publik, serta pelatihan literasi digital bagi perangkat desa dan masyarakat.

Baca Juga  Kepsek SD–SMP Padang Ramai-ramai Aktivasi TTE di Diskominfo, Birokrasi Makin Digital

Selain meningkatkan efisiensi layanan, transformasi ini juga mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam pembangunan. Peluang ekonomi digital pun terbuka lebar, terutama bagi pelaku UMKM lokal.

Pemkab Ciamis melalui Dinas Komunikasi dan Informatika menyatakan akan terus mendorong pengembangan desa digital lainnya agar semakin banyak wilayah pedesaan yang mampu mandiri secara teknologi dan informasi. (*)