SIJUNJUNG | KLIKGENZ.COM – Kebakaran hebat melanda kawasan Pasar Jorong Timpeh 4, Nagari Kamang, Kecamatan Kamang Baru, Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat, Jumat (4/9/2026) pagi.
Sedikitnya 10 unit rumah toko (ruko) dilaporkan hangus terbakar dalam peristiwa yang terjadi sekitar pukul 07.45 WIB tersebut. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu, namun kerugian material ditaksir mencapai sekitar Rp800 juta.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) Kabupaten Sijunjung, Chai Syamsurijal, mengatakan laporan kebakaran pertama kali diterima Posko Damkar Kamang Baru sekitar pukul 07.45 WIB.
Petugas kemudian bergerak cepat. Armada pemadam diberangkatkan sekitar pukul 07.47 WIB menuju lokasi untuk melakukan pemadaman sekaligus melokalisasi kobaran api agar tidak merembet ke bangunan lain.
Sebanyak 12 personel dengan satu unit armada Fuso Damkar Kamang Baru dikerahkan ke lokasi. Petugas juga mendapat dukungan satu unit mobil tangki milik PT Galata Sei Lansek serta bantuan warga setempat.
Api Cepat Membesar
Kobaran api dengan cepat membesar karena sebagian material dan barang dagangan yang berada di dalam ruko mudah terbakar. Kondisi tersebut membuat proses pemadaman dan pelokalisasian api membutuhkan penanganan ekstra.
Petugas berupaya mengisolasi titik api agar kobaran tidak meluas ke bangunan lain di kawasan pasar.
“Dugaan sementara, kebakaran dipicu oleh korsleting listrik pada salah satu bangunan,” ujar Chai Syamsurijal.
Proses pemadaman kemudian dilanjutkan dengan pendinginan untuk memastikan tidak ada lagi titik api yang berpotensi kembali menyala.
Pemadaman Berlangsung Lebih dari Tiga Jam
Upaya pemadaman dan pendinginan berlangsung selama lebih dari tiga jam. Kobaran api akhirnya dinyatakan berhasil ditangani secara menyeluruh sekitar pukul 11.15 WIB.
Meskipun api membakar sejumlah ruko, petugas memastikan tidak ada laporan korban jiwa dalam insiden tersebut.
“Tidak ada laporan korban jiwa dalam insiden ini, namun kerugian materil yang dialami para pemilik ruko ditaksir mencapai Rp800 juta,” kata Chai.
Saat ini, penyebab kebakaran masih berdasarkan dugaan awal korsleting listrik. Penanganan lebih lanjut dan pendataan kerugian dilakukan setelah proses pemadaman selesai.
Peristiwa tersebut menjadi perhatian warga sekitar, mengingat lokasi kebakaran berada di kawasan pasar dengan bangunan yang berdekatan dan terdapat banyak material yang mudah terbakar. [*]











