JAKARTA | KLIKGENZ.COM – Arus mudik Lebaran 1447 Hijriah mulai terasa di berbagai titik transportasi nasional. Ribuan penumpang terlihat memadati Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, pada Minggu (15/3/2026), atau lima hari menjelang Idulfitri.
Pantauan di lokasi menunjukkan kepadatan terjadi terutama di area konter check-in. Para calon penumpang tampak mengantre untuk melakukan pemeriksaan dokumen penerbangan oleh petugas sebelum keberangkatan.
Sebagian besar pemudik memilih berangkat lebih awal untuk menghindari lonjakan penumpang menjelang puncak arus mudik.
Data Angkasa Pura Indonesia mencatat adanya peningkatan signifikan jumlah penumpang. Pada hari ini diperkirakan terjadi sekitar 174 ribu pergerakan penumpang dengan 1.159 pergerakan pesawat, baik penerbangan domestik maupun internasional. Angka tersebut meningkat sekitar 25 persen dibandingkan hari biasa.
General Manager Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Heru Karyadi, mengatakan hingga H-5 Lebaran bandara telah melayani 3.077 penerbangan dengan total 454.069 penumpang.
“Pada hari ini H-5 Bandara Soekarno Hatta melayani 3.077 flight atau sebanyak 454.069 penumpang. Data ini terus bergerak mendekati hari H,” kata Heru.
Ia menyebut sejumlah rute menjadi destinasi favorit pemudik dari Bandara Soekarno-Hatta, yaitu Denpasar, Ujung Pandang (Makassar), Kualanamu, Surabaya, serta rute internasional menuju Singapura dan Kuala Lumpur.
Puncak arus mudik diprediksi terjadi pada 18 Maret 2026 atau H-2 Lebaran, dengan estimasi mencapai 184 ribu pergerakan penumpang.
Untuk menjaga keamanan dan kenyamanan penumpang, aparat kepolisian bersama anjing pelacak disiagakan di setiap terminal. Selain itu, tersedia layanan antar-jemput penumpang antar terminal bagi mereka yang salah menuju terminal saat waktu penerbangan sudah mendesak.
Kapolresta Bandara Soekarno-Hatta, Wisnu Wardana, mengimbau masyarakat datang lebih awal ke bandara.
“Kami mengimbau penumpang datang setidaknya tiga jam sebelum jadwal keberangkatan agar terhindar dari antrean panjang dan keterlambatan penerbangan,” ujarnya.
16 Pemudik Pingsan di Pelabuhan Gilimanuk
Sementara itu, kepadatan arus mudik juga terjadi di jalur penyeberangan Bali–Jawa. Sebanyak 16 pemudik dilaporkan pingsan di Pelabuhan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali, pada Minggu (15/3/2026).
Para pemudik diduga mengalami heat syncope atau pingsan akibat kelelahan dan cuaca panas saat mengantre cukup lama di pelabuhan.
Kasi Humas Polres Jembrana, Ipda I Putu Budi Arnaya, mengatakan tim dokter kepolisian langsung memberikan penanganan medis kepada para pemudik yang mengalami gangguan kesehatan.
“Polres Jembrana melalui tim dokkes terus siaga memberikan pelayanan kesehatan kepada para pemudik yang melintas di wilayah Gilimanuk,” kata Arnaya.
Secara keseluruhan, tim medis menangani 17 pemudik yang mengalami gangguan kesehatan, termasuk satu orang korban kecelakaan yang telah mendapatkan pengobatan.
Polisi mengimbau para pemudik untuk menjaga kondisi fisik selama perjalanan.
“Pemudik diharapkan cukup beristirahat dan tidak memaksakan diri apabila mengalami kelelahan, mengingat kepadatan arus mudik menuju Pelabuhan Gilimanuk cukup tinggi,” ujarnya. [*]











