Breaking NewsEkonomiHeadlineInternasionalJakartaNasional

Ekspor Gas Indonesia Dikurangi, Singapura Siapkan Strategi Energi

×

Ekspor Gas Indonesia Dikurangi, Singapura Siapkan Strategi Energi

Sebarkan artikel ini

Singapura memperluas sumber impor LNG, menambah kapasitas penyimpanan, dan membangun pembangkit listrik baru untuk mengantisipasi pengurangan pasokan gas dari Indonesia.

foto istimewa

JAKARTA|KLIKGENZ.COM – Pemerintah Singapura mulai memperkuat strategi ketahanan energi menyusul pengurangan pasokan gas alam dari Indonesia. Langkah yang disiapkan mencakup diversifikasi sumber impor, penambahan kapasitas penyimpanan, serta pembangunan infrastruktur energi baru untuk mengantisipasi potensi gangguan pasokan global dan regional.

Menteri Energi, Perdagangan, dan Industri Singapura, Tan See Leng, mengatakan negaranya perlu meningkatkan kesiapan menghadapi risiko nasionalisme sumber daya, yakni kecenderungan suatu negara memprioritaskan kebutuhan dalam negeri dibandingkan ekspor ke negara lain.

Pernyataan tersebut muncul setelah Indonesia mulai mengurangi ekspor gas alam ke Singapura sejak Sabtu pekan sebelumnya. Kebijakan itu sejalan dengan upaya Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat ketersediaan energi bagi kebutuhan domestik.

Meski demikian, pemerintah Singapura memastikan kondisi pasokan gas saat ini masih terkendali. Otoritas Pasar Energi Singapura atau Energy Market Authority (EMA) memperkirakan pengurangan ekspor dari Indonesia hanya mencakup kurang dari 2 persen dari total kebutuhan gas harian negara tersebut.

Tan menegaskan bahwa masyarakat dan pelaku usaha tidak perlu panik menghadapi perkembangan tersebut selama pasokan energi masih mencukupi.

“Kita bisa tetap tenang dan melanjutkan aktivitas seperti biasa,” ujar Tan dalam konferensi Singapore International Energy Week, sebagaimana dikutip dari The Edge Singapore, Senin (26/10/2026).

Ia menambahkan bahwa ketahanan energi tetap menjadi prioritas utama pemerintah Singapura. Karena itu, berbagai langkah antisipasi terus disiapkan untuk memastikan kebutuhan energi masyarakat dan industri tetap terpenuhi.

Singapura Diversifikasi Impor dan Tambah Kapasitas LNG

Tan menjelaskan, Singapura akan memperluas sumber pasokan gas alam cair atau liquefied natural gas (LNG) dari berbagai negara. Selain itu, pemerintah juga berencana meningkatkan kapasitas penerimaan LNG, membangun pembangkit listrik baru, dan memperkuat cadangan bahan bakar.

Baca Juga  LIGA CHAMPIONS: Ajax Babak Belur Dihajar Chelsea 5-1

Strategi tersebut dilakukan untuk mengurangi ketergantungan pada satu jalur pasokan sekaligus meningkatkan kemampuan negara dalam menghadapi gejolak pasar energi internasional.

Menurut Tan, ketahanan energi menjadi semakin penting karena negara-negara di dunia menghadapi risiko gangguan perdagangan dan perubahan kebijakan ekspor sumber daya.

“Singapura tidak akan dapat mengisolasi diri dari guncangan global maupun regional… Ketika terjadi kelangkaan pasokan, negara-negara bisa saja memprioritaskan kebutuhan dalam negeri mereka sendiri, dan tren nasionalisme sumber daya ini sangat mengkhawatirkan,” tegasnya.

Kondisi tersebut mendorong Singapura untuk memperkuat kerja sama dengan berbagai pemasok energi serta meningkatkan fleksibilitas sistem pasokannya.

Indonesia Masih Menjadi Pemasok Penting Gas Singapura

Indonesia selama ini menjadi salah satu pemasok utama gas alam bagi Singapura. Negara tersebut sangat bergantung pada gas impor untuk memenuhi kebutuhan pembangkit listriknya.

Namun, pola pasokan energi Singapura telah mengalami perubahan dalam beberapa tahun terakhir. Negara itu secara bertahap mengurangi ketergantungan pada gas yang dikirim melalui pipa dan meningkatkan impor LNG dari pasar internasional.

Tan mengatakan sekitar separuh pasokan gas Singapura saat ini diimpor dalam bentuk LNG dari beragam sumber global, termasuk Amerika Serikat, Afrika, Timur Tengah, dan Australia.

Diversifikasi tersebut menjadi bagian penting dari strategi pemerintah untuk menjaga stabilitas pasokan di tengah ketidakpastian perdagangan energi.

Sementara itu, Indonesia juga menghadapi kebutuhan energi domestik yang terus berkembang. Dalam beberapa tahun terakhir, porsi produksi gas yang dialokasikan untuk penggunaan di dalam negeri meningkat, sehingga ruang untuk ekspor mengalami perubahan.

Selain memasok Singapura dan Malaysia melalui jaringan pipa, Indonesia juga menjual LNG ke sejumlah pasar utama, seperti China, Jepang, dan Korea Selatan.

Perubahan alokasi gas ini menunjukkan pentingnya keseimbangan antara pemenuhan kebutuhan energi nasional dan keberlanjutan kontrak ekspor dengan mitra dagang.

Baca Juga  Timnas Indonesia U-20 Lolos Piala Asia U-20 2027, Ini Daftar 16 Tim

Kapasitas LNG Singapura Ditargetkan Naik 50 Persen

Untuk memperkuat ketahanan energi, Singapura memperkirakan kapasitas penerimaan atau throughput LNG akan meningkat sekitar 50 persen setelah terminal impor kedua mulai beroperasi sebelum 2030.

Peningkatan kapasitas tersebut diharapkan memperluas kemampuan Singapura menerima pasokan LNG dari berbagai negara dan mengurangi risiko gangguan yang berasal dari satu sumber tertentu.

Pemerintah Singapura juga telah mengumumkan rencana pembangunan lima pembangkit listrik baru yang ditargetkan beroperasi pada periode 2026 hingga 2031.

Pembangunan fasilitas tersebut diproyeksikan menambah kapasitas pembangkitan listrik lebih dari seperempat dibandingkan kapasitas yang menjadi dasar perencanaan pemerintah.

Pengembangan pembangkit dan infrastruktur LNG ini menjadi bagian dari upaya memenuhi kebutuhan listrik sekaligus menjaga keandalan sistem energi nasional.

Singapura Jajaki Penyimpanan Minyak Arab Saudi

Selain memperkuat pasokan gas, Tan juga mengumumkan kesepakatan tidak mengikat antara Singapura dan Arab Saudi terkait rencana penyimpanan minyak mentah Saudi di gua-gua bawah tanah di Pulau Jurong.

Rencana tersebut dijadwalkan mulai berjalan pada paruh kedua 2027.

Kerja sama ini menjadi salah satu langkah Singapura dalam memperluas strategi penyimpanan energi dan memperkuat cadangan bahan bakar untuk menghadapi potensi gangguan pasokan.

Berbagai kebijakan tersebut menunjukkan bahwa Singapura berupaya membangun sistem energi yang lebih beragam dan tangguh. Di sisi lain, langkah Indonesia memperkuat pasokan domestik memperlihatkan pentingnya menjaga keseimbangan antara kepentingan energi nasional dan hubungan perdagangan dengan negara mitra.

Ke depan, perkembangan kebijakan ekspor gas Indonesia dan strategi diversifikasi Singapura akan menjadi faktor penting dalam menentukan arah kerja sama energi kedua negara di kawasan Asia Tenggara.[*]