Breaking NewsEkonomiHeadlineJakartaNasionalNewsPariwisata

Fadli Zon Dorong Revitalisasi Museum Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi

×

Fadli Zon Dorong Revitalisasi Museum Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi

Sebarkan artikel ini

Kementerian Kebudayaan mempercepat revitalisasi museum melalui pembenahan fasilitas, teknologi interaktif, penguatan SDM, dan program bagi generasi muda untuk meningkatkan daya tarik serta dampak ekonomi.

foto istimewa

JAKARTA|KLIKGENZ.COM – Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia terus mendorong percepatan pemajuan museum di seluruh Indonesia agar tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan benda bersejarah, tetapi juga menjadi pusat edukasi, ruang pelestarian peradaban, dan motor baru pertumbuhan ekonomi.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan, keberadaan Kementerian Kebudayaan sebagai kementerian mandiri yang dibentuk pada pemerintahan Presiden Prabowo Subianto memberikan ruang lebih besar untuk mempercepat upaya perlindungan, pemanfaatan, dan diplomasi kebudayaan, termasuk melalui pengembangan museum.

Hal tersebut disampaikan Fadli saat memberikan sambutan pada peringatan Hari Museum Indonesia 2026 di Museum Rudana, Ubud, Bali, yang digelar pada Senin (19/10/2026) dan disampaikan dalam keterangannya pada Selasa (20/10/2026).

Peringatan Hari Museum Indonesia yang jatuh pada 12 Oktober 2026 mengusung tema “Kebudayaan Soko Guru Bangsa, Museum sebagai Rumah Budaya”. Momentum ini dinilai penting untuk menghidupkan kembali peran museum milik pemerintah pusat, pemerintah daerah, swasta, maupun perorangan agar semakin dekat dengan masyarakat.

“Museum bukan sekadar tempat menyimpan artefak atau cost center, melainkan ruang hidup, pusat inspirasi, serta potensi besar sebagai new engine of economic growth. Jika ditata dan dikelola dengan baik lewat pameran yang standar, penceritaan (storyline) yang kuat, hingga sentuhan teknologi imersif, museum mampu menarik antusiasme publik yang sangat besar, khususnya generasi muda,” ungkap Fadli.

Menurutnya, museum perlu dikelola secara modern dan inovatif agar mampu mengikuti perkembangan zaman. Penyajian koleksi yang menarik, narasi sejarah yang kuat, serta pemanfaatan teknologi menjadi faktor penting untuk meningkatkan minat masyarakat berkunjung ke museum.

Revitalisasi Museum Jadi Program Prioritas

Dalam sambutannya, Fadli Zon memaparkan sejumlah program revitalisasi museum yang menjadi prioritas Kementerian Kebudayaan. Program tersebut diarahkan untuk memperbaiki kualitas fasilitas, memperkuat tata pamer, serta meningkatkan pengalaman pengunjung dalam memahami sejarah dan warisan budaya Indonesia.

Salah satu contoh yang disampaikan adalah Museum Sriwijaya Dharmakirti di Muara Jambi yang baru diresmikan pada Agustus 2026. Museum tersebut menjadi salah satu bukti upaya penghidupan kembali museum melalui penataan modern dan pemanfaatan teknologi.

Baca Juga  Kopi Bantjah Padang Diolah Jadi Cookies hingga Lilin Aromaterapi

Fadli menjelaskan, meskipun lokasinya belum didukung akses transportasi umum yang memadai, museum tersebut mampu menarik sekitar 3.000 hingga 4.000 pengunjung per hari pada akhir pekan.

Capaian tersebut menunjukkan bahwa pembenahan fasilitas dan cara penyajian koleksi dapat meningkatkan daya tarik museum. Pengelolaan yang tepat juga berpotensi memperluas jangkauan pengunjung, terutama kalangan anak muda yang membutuhkan pengalaman belajar lebih interaktif.

Peningkatan kunjungan museum diharapkan memberikan dampak positif bagi ekosistem ekonomi di sekitarnya, mulai dari sektor pariwisata, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), hingga industri kreatif.

Lima Strategi Memajukan Ekosistem Permuseuman Nasional

Untuk memperkuat peran museum di Indonesia, Kementerian Kebudayaan menjalankan sejumlah strategi yang mencakup aspek infrastruktur, sumber daya manusia, riset, pendanaan, hingga pengembangan program bagi generasi muda.

Upaya tersebut meliputi revitalisasi fisik dan tata pamer museum, penguatan kapasitas sumber daya manusia dan penelitian, serta dukungan pendanaan dari sektor swasta dan filantropi.

Selain itu, pemerintah berupaya memperkuat sistem registrasi nasional museum dan mendorong inovasi program yang dapat meningkatkan keterlibatan generasi muda dalam kegiatan kebudayaan.

Melalui strategi tersebut, museum diharapkan tidak hanya menjadi tempat untuk melihat benda-benda bersejarah, tetapi juga berkembang sebagai ruang pembelajaran, penelitian, dialog, dan kreativitas yang inklusif.

Fadli menilai, keberhasilan pemajuan museum membutuhkan kerja sama berbagai pihak. Pemerintah, pengelola museum, lembaga swasta, komunitas budaya, akademisi, dan masyarakat perlu membangun sinergi agar pelestarian warisan budaya berjalan berkelanjutan.

Museum Berperan Merawat Identitas Bangsa

Fadli Zon menegaskan bahwa kebudayaan merupakan sumber daya yang bersifat sirkular dan tidak pernah habis. Karena itu, pemanfaatan kebudayaan harus berjalan beriringan dengan upaya pelestarian agar nilai-nilai budaya dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.

Dalam konteks tersebut, museum memiliki peran strategis untuk merawat warisan sejarah, memperkuat identitas nasional, sekaligus menjadi ruang bagi masyarakat untuk memahami perjalanan peradaban bangsa.

Baca Juga  AHY Pastikan Jalur Mudik Lebaran 2026 Siap, Diskon Tol Hingga 30 Persen

Museum juga dapat menjadi tempat bertemunya gagasan, pengetahuan, dan kreativitas dari berbagai kelompok masyarakat. Dengan pendekatan yang lebih terbuka dan relevan, museum diharapkan mampu menjangkau lebih banyak kalangan tanpa kehilangan fungsi utamanya sebagai penjaga warisan budaya.

“Mari kita jadikan museum bukan hanya sebagai rumah bagi koleksi, melainkan juga sebagai rumah bagi gagasan, ingatan kolektif, dialog, dan masa depan kebudayaan Indonesia. Kebudayaan adalah sokoguru bangsa, dan museum merupakan salah satu rumah utama tempat nilai-nilai kebangsaan dirawat, dipelajari, diwariskan, dan terus dikembangkan,” tutup Fadli.

Peringatan Hari Museum Indonesia Dihadiri Tokoh Budaya

Peringatan Hari Museum Indonesia 2026 di Museum Rudana turut dihadiri Founder Museum Rudana Nyoman Rudana, Duta Besar Rumania untuk Indonesia, Timor-Leste, dan ASEAN Dan Adrian Bălănescu, Rektor Institut Seni Indonesia (ISI) Bali I Wayan Kun Adnyana, serta Rektor Universitas Hindu Indonesia (UNHI) Cokorda Gde Bayu Putra.

Sejumlah pegiat museum dan komunitas budaya juga menghadiri kegiatan tersebut. Sementara itu, Fadli Zon didampingi Direktur Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi Restu Gunawan, Staf Khusus Menteri bidang Protokoler dan Rumah Tangga Rachmanda Primayuda, serta Penasihat Menteri bidang Pengembangan Strategi dan Optimalisasi Pengelolaan Museum Putu Supadma Rudana.

Acara tersebut juga dirangkaikan dengan penganugerahan Ksatria Award dari Museum Rudana kepada sejumlah tokoh yang dinilai memiliki kontribusi dalam bidang budaya dan permuseuman.

Prof. Dr. RM. Soemitro Djojohadikoesoemo menerima Anugerah Ksatria Mahottama Nagara, sedangkan Dr. Nyoman Nuarta menerima Anugerah Ksatria Mahottama Budaya. Menteri Kebudayaan Fadli Zon turut menerima Anugerah Mahottama Adibudaya Nusantara.

Selain prosesi penghargaan, Fadli juga membuka pameran tunggal perupa Wayan Kun Adnyana bertajuk “Gunung Suwung: Enigmatic Color Triumph through a Retrospective Journey”.

Rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat apresiasi terhadap museum dan pelaku kebudayaan. Pemerintah berharap museum di berbagai daerah semakin berkembang sebagai ruang pelestarian sejarah, pusat pembelajaran, destinasi budaya, serta bagian dari penggerak ekonomi kreatif Indonesia.[*]