Breaking NewsHeadlineJakartaNasionalNews

Fadli Zon Tegaskan Keberagaman Budaya Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

×

Fadli Zon Tegaskan Keberagaman Budaya Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Sebarkan artikel ini

Melalui Festival Budaya Nasional 2026, Kementerian Kebudayaan mendorong pelestarian warisan budaya, kolaborasi komunitas, dan pengembangan ekonomi budaya.

foto istimewa

JAKARTA|KLIKGENZ.COM – Kementerian Kebudayaan menggelar Pagelaran Budaya Nusantara di Taman Reinwardt, Kebun Raya Bogor, sebagai upaya merayakan keberagaman budaya Indonesia sekaligus memperkuat nilai-nilai persatuan bangsa.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Festival Budaya Nasional 2026 yang mengusung tema “Indonesia Budaya yang Terus Hidup”. Festival ini menegaskan pentingnya menjaga warisan budaya agar tetap berkembang dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat lintas generasi.

Dalam puncak kegiatan tersebut, Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyampaikan pidato bertajuk “Refleksi Kebudayaan”. Ia menekankan bahwa pemajuan kebudayaan nasional harus dilakukan melalui pelindungan, pengembangan, pemanfaatan, dan pembinaan kebudayaan secara berkelanjutan.

Fadli mengatakan, kehadiran Kementerian Kebudayaan harus menjadi momentum untuk memperkuat komitmen pemerintah dan masyarakat dalam menjaga kekayaan budaya Indonesia.

“Dengan hadirnya Kementerian Kebudayaan, kita harus semakin fokus dalam melindungi, mengembangkan, memanfaatkan, dan juga pembinaan kebudayaan,” ujar Fadli dalam keterangan tertulis, Minggu (18/10/2026).

Menurutnya, kebudayaan bukan sekadar peninggalan masa lalu, melainkan identitas bangsa yang harus terus dirawat, dikembangkan, dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Bhinneka Tunggal Ika Jadi Landasan Persatuan

Dalam pidatonya, Fadli juga menyoroti peringatan Hari Kebudayaan pada 17 Oktober yang berkaitan dengan penetapan aturan mengenai lambang dan semboyan negara, Bhinneka Tunggal Ika, 75 tahun lalu.

Ia memandang momentum tersebut sebagai pengingat atas kekayaan budaya Indonesia yang beragam sekaligus menjadi kekuatan dalam menjaga persatuan nasional.

Menurut Fadli, prinsip berbeda-beda tetapi tetap satu merupakan salah satu pencapaian penting kebudayaan Indonesia. Keberagaman suku, tradisi, bahasa, kesenian, dan ekspresi budaya seharusnya menjadi daya pemersatu, bukan sumber perpecahan.

“Prinsip berbeda-beda tetapi tetap satu atau unity in diversity tersebut mencerminkan salah satu pencapaian penting kebudayaan Indonesia, yakni menjadikan keberagaman sebagai kekuatan pemersatu bangsa,” jelas Fadli.

Ia menegaskan bahwa perbedaan budaya tidak seharusnya dipandang sebagai ancaman. Sebaliknya, keberagaman merupakan modal sosial yang dapat memperkuat hubungan antarmasyarakat serta membangun identitas nasional yang inklusif.

Karena itu, upaya menjaga kebudayaan perlu dilakukan secara bersama-sama agar setiap kelompok masyarakat memiliki ruang untuk mempertahankan dan mengembangkan warisan budayanya.

Baca Juga  Daftar Orang Hebat Sumbar di Kepengurusan SPSC 2026-2030, Ada Akademisi, Birokrat Hingga Pengusaha

Pemajuan Kebudayaan Membutuhkan Kolaborasi

Fadli menjelaskan, pemajuan kebudayaan memiliki landasan hukum yang kuat, di antaranya Pasal 32 ayat (1) Undang-Undang Dasar 1945 dan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan.

Namun, menurutnya, pelaksanaan amanat tersebut tidak dapat hanya bergantung pada pemerintah pusat. Diperlukan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah hingga komunitas dan pelaku kebudayaan.

“Upaya tersebut membutuhkan kolaborasi dan sinergi seluruh unsur, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah daerah, komunitas, masyarakat, pegiat kebudayaan, sektor swasta, individu yang peduli terhadap kebudayaan, hingga filantropis,” ucap Fadli.

Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperluas ruang bagi masyarakat untuk berpartisipasi dalam pelestarian budaya, sekaligus mendorong lahirnya berbagai inovasi yang tetap berakar pada nilai-nilai tradisi.

Keterlibatan komunitas menjadi penting karena merekalah yang selama ini menjaga praktik kebudayaan tetap hidup melalui kegiatan seni, upacara adat, tradisi lisan, kerajinan, hingga berbagai ekspresi budaya di daerah.

Ekonomi Budaya Didorong agar Warisan Tetap Hidup

Selain menekankan pelindungan dan pelestarian, Fadli mendorong pengembangan ekonomi budaya agar kegiatan kebudayaan juga memberikan manfaat bagi masyarakat pendukungnya.

Menurutnya, pemanfaatan budaya secara bertanggung jawab dapat berjalan beriringan dengan upaya menjaga keaslian, nilai, dan keberlanjutan warisan budaya.

Gagasan tersebut sejalan dengan tema Festival Budaya Nasional 2026, “Indonesia Budaya yang Terus Hidup”, yang berkaitan dengan konsep living heritage atau warisan budaya yang terus hidup dan berkembang bersama masyarakat.

Dalam pandangan tersebut, situs dan peninggalan budaya tidak hanya diposisikan sebagai objek bersejarah yang dipertahankan secara fisik, tetapi juga sebagai bagian dari kehidupan yang terus dihidupkan melalui aktivitas masyarakat.

“Situs budaya tidak lagi dipandang sebagai dead monument, melainkan sebagai bagian dari kehidupan yang terus dihidupkan oleh para pegiat kebudayaan,” sambungnya.

Pendekatan ini diharapkan dapat memperkuat hubungan antara pelestarian warisan budaya, kreativitas masyarakat, dan pengembangan potensi ekonomi lokal.

Baca Juga  Udin Remaja di Padang Pariaman Akhirnya Bisa Mendengar, Bupati John Kenedy Azis Serahkan Alat Bantu Dengar

Dengan demikian, kebudayaan tidak hanya diwariskan sebagai simbol masa lalu, tetapi juga dapat memberikan manfaat sosial dan ekonomi tanpa kehilangan nilai-nilai penting yang terkandung di dalamnya.

Dana Abadi Kebudayaan Dukung Komunitas dan Seniman

Untuk mendukung pemajuan kebudayaan, Kementerian Kebudayaan turut mendorong partisipasi komunitas melalui Dana Indonesia Raya atau Dana Abadi Kebudayaan yang disalurkan melalui Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

Dana tersebut diharapkan dapat mempercepat pelaksanaan berbagai program kebudayaan, termasuk memberikan dukungan kepada komunitas, sanggar, dan padepokan melalui mekanisme kompetisi serta seleksi proposal.

Fadli menilai dukungan pendanaan diperlukan agar para pelaku budaya memiliki kesempatan untuk mengembangkan kegiatan, menghasilkan karya, dan menjaga keberlanjutan tradisi di tengah perubahan zaman.

“Dana Indonesia Raya atau Dana Abadi Kebudayaan diharapkan menjadi instrumen untuk mempercepat pemajuan kebudayaan, termasuk bagi komunitas, sanggar, dan padepokan melalui mekanisme kompetisi dan seleksi proposal,” tutur Fadli.

Ia juga mengajak masyarakat, khususnya komunitas budaya, sanggar, padepokan, seniman, dan budayawan dari berbagai bidang, untuk terus mencintai serta memajukan kebudayaan Indonesia.

Kerja sama dengan Kementerian Kebudayaan diharapkan dapat memperkuat pembangunan nasional yang tidak hanya maju secara ekonomi, tetapi juga memiliki karakter, nilai kemanusiaan, dan daya saing yang kuat.

Fadli menegaskan bahwa kecintaan terhadap budaya harus diwujudkan melalui tindakan nyata, mulai dari melestarikan tradisi hingga memberikan ruang bagi perkembangan kreativitas generasi muda.

“Karena bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak melupakan akar budayanya. Bangsa yang besar adalah bangsa yang bisa mengapresiasi budayanya. Dan bangsa yang beradab adalah bangsa yang tentu saja bisa melestarikan budaya dan mengembangkan dan terus memanfaatkannya,” pungkas Fadli.

Melalui Pagelaran Budaya Nusantara dan Festival Budaya Nasional 2026, pemerintah berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kebudayaan semakin meningkat. Keberagaman yang dimiliki Indonesia diharapkan terus menjadi sumber inspirasi, kekuatan persatuan, serta fondasi pembangunan bangsa di masa depan.[*]