Olahraga

Indonesia & Rusia Gaspol Bareng di Dunia Olahraga!

Redaksi
×

Indonesia & Rusia Gaspol Bareng di Dunia Olahraga!

Sebarkan artikel ini

“Ini bagian dari upaya membentuk karakter global sejak dini,”

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Ario Bimo Nandito Ariotedjo secara resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) kerja sama strategis dengan Menteri Olahraga Federasi Rusia, Dr. Michael Degtyarev. (Foto: Dok. Kemenpora RI)

SURABAYA,KLIKGENZ — Indonesia dan Rusia mempererat hubungan bilateral melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) di bidang olahraga. Kesepakatan ini ditandatangani oleh Menpora RI Dito Ariotedjo dan Menteri Olahraga Rusia Michael Degtyarev dalam forum St. Petersburg International Economic Forum (SPIEF) 2025 di Rusia.

SPIEF dikenal sebagai forum diplomasi ekonomi dan sosial berpengaruh di kawasan Eurasia. Dalam kesempatan itu, Dito menegaskan bahwa olahraga merupakan jembatan persahabatan global.

“Olahraga adalah jembatan persahabatan dan kolaborasi global,” ujar Dito, dikutip dari laman resmi Kemenpora, Senin (23/6/2025).

Baca Juga  Haornas 2026, Bupati Khairunas: Olahraga adalah Investasi Bangsa

Kerja sama Indonesia–Rusia akan difokuskan pada lima bidang strategis, antara lain pembinaan jangka panjang atlet muda, pelatihan bersama, dan penguatan diplomasi olahraga. Atlet muda Indonesia juga akan diberi kesempatan mengikuti pelatihan dan kompetisi di Rusia.

“Ini bagian dari upaya membentuk karakter global sejak dini,” lanjutnya.

Kerja sama juga mencakup pertukaran ilmu antar pelatih dan institusi olahraga, termasuk penerapan teknologi dalam sistem pelatihan. Rusia akan berbagi pengalaman dan metode pelatihan berbasis prestasi jangka panjang.

Baca Juga  Indonesia Raih Peringkat 2 Dunia di IHAA World Championships 2025 Amerika Serikat

Selain itu, kerja sama akan menyentuh aspek pengelolaan pusat pelatihan yang inklusif dan berkelanjutan, berbasis komunitas dan ketahanan institusi olahraga.

“Kolaborasi ini bukan semata mengejar medali, tapi investasi jangka panjang untuk karakter, solidaritas, dan daya saing global,” pungkas Dito. (*KBRN)