PEKANBARU | KLIKGENZ.COM — Suasana libur Idulfitri 1447 Hijriah terasa semarak di RTH Putri Kaca Mayang. Kawasan ruang terbuka hijau yang berada di Jalan Jenderal Sudirman Pekanbaru Riau ini dipadati pengunjung yang datang bersama keluarga untuk menikmati momen Lebaran, Selasa (24/3/2026).
Sejak pagi hingga sore hari, masyarakat terlihat memanfaatkan waktu libur dengan bersantai dan beraktivitas di taman. Anak-anak tampak bermain di area terbuka, sementara para orang tua duduk menikmati suasana rindang yang sejuk di bawah pepohonan.
Tak hanya itu, kehadiran pedagang kaki lima yang menjajakan aneka makanan dan minuman turut menambah semarak suasana. Meski kawasan tersebut sejatinya tidak diperuntukkan untuk aktivitas berdagang, banyak pedagang tetap memanfaatkan lonjakan pengunjung pada momen Lebaran ini.
Santi, salah seorang pengunjung, mengaku sengaja memilih lokasi tersebut untuk berlibur bersama keluarga. Menurutnya, selain strategis, fasilitas dan kemudahan akses jajanan menjadi daya tarik tersendiri.
“Saya membawa keluarga dan anak-anak ke sini karena tempatnya strategis, mudah mencari jajanan karena banyak yang berjualan, dan suasananya juga adem,” ujarnya.
Hal serupa dirasakan para pedagang. Andi, penjual minuman di lokasi, menyebut momen Lebaran menjadi peluang untuk meningkatkan pendapatan, meskipun aktivitas berdagang di area tersebut sebenarnya tidak diperbolehkan.
“Kalau hari biasa tidak seramai ini, tapi saat Lebaran pengunjung sangat banyak, jadi kami manfaatkan untuk berjualan,” ungkapnya.
Pedagang lainnya, Sri, juga mengaku mengalami peningkatan pendapatan selama masa libur Idulfitri. Ramainya pengunjung dinilai memberikan berkah tersendiri bagi para pelaku usaha kecil.
“Alhamdulillah, selama libur Lebaran ini pendapatan kami meningkat karena banyaknya pengunjung yang datang berwisata ke taman ini,” tuturnya.
Lonjakan pengunjung di RTH Putri Kaca Mayang ini menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap destinasi wisata murah dan ramah keluarga. Namun di sisi lain, fenomena maraknya pedagang di area terlarang menjadi perhatian tersendiri bagi pengelola kawasan. [*]











