Breaking NewsHeadlineNewsPadangSumbar

Polda Sumbar Gerebek Tiga Lokasi Narkoba di Padang, 21 Pria Diamankan

×

Polda Sumbar Gerebek Tiga Lokasi Narkoba di Padang, 21 Pria Diamankan

Sebarkan artikel ini

Penggerebekan di Pasir Purus Atas dan Pasar Pagi Purus mengungkap sejumlah barang bukti yang diduga terkait penyalahgunaan narkoba.

foto istimewa

PADANG | KLIKGENZ.COM – Kepolisian Daerah Sumatera Barat (Polda Sumbar) menggerebek tiga lokasi yang diduga menjadi tempat penyalahgunaan narkoba di Kecamatan Padang Barat, Kota Padang, Kamis (15/10/2026). Dalam operasi tersebut, polisi mengamankan 21 pria dan menemukan sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan penyalahgunaan serta peredaran narkotika.

Penggerebekan ini merupakan bagian dari upaya kepolisian menekan peredaran narkoba di wilayah Sumatera Barat. Operasi dilakukan setelah petugas memetakan sejumlah kawasan yang terindikasi menjadi lokasi penyalahgunaan narkotika, terutama di kawasan Pasir Purus Atas dan Pasar Pagi Purus.

Wakapolda Sumbar, Brigjen Pol Solihin, mengatakan langkah tersebut merupakan bentuk komitmen kepolisian dalam memberantas peredaran dan penyalahgunaan narkoba. Menurutnya, pemetaan dilakukan berdasarkan informasi dan laporan yang diterima, termasuk dari masyarakat.

Berdasarkan hasil pemeriksaan yang disampaikan kepolisian, dari 21 pria yang diamankan, sebanyak 17 orang dilaporkan positif metamfetamin (MET) dan amfetamin (AMP), tiga orang juga disebut positif MET dan AMP, sedangkan satu orang lainnya positif THC.

Polisi Temukan Sabu, Ganja, dan Sejumlah Barang Bukti

Di lokasi pertama, kawasan Pasir Purus Atas, Kelurahan Rimbo Kaluang, petugas mengamankan satu orang. Polisi juga menemukan satu paket kecil yang diduga sabu, enam plastik klip bening, serta satu unit telepon genggam.

Petugas kemudian melakukan pemeriksaan di lima titik lainnya di kawasan tersebut. Dari sejumlah lokasi itu, polisi menemukan berbagai barang yang diduga berkaitan dengan aktivitas penyalahgunaan narkoba, antara lain paket diduga sabu dan ganja, plastik klip, alat isap bong, timbangan digital, uang tunai Rp410.000, kamera pengawas atau CCTV, kertas papir, dan sejumlah barang lainnya.

Baca Juga  BMKG Prediksi Hujan Petir dan Gelombang hingga 2,5 Meter di Perairan Sumbar

Di salah satu lokasi, petugas turut menemukan dua pisau dan satu pucuk senapan angin laras panjang.

Sementara itu, di lokasi kedua, yakni kawasan Pasar Pagi Purus, polisi mengamankan tiga orang. Dari tempat tersebut, petugas menyita paket yang diduga ganja, plastik klip, satu unit telepon genggam, sejumlah pil yang diduga ekstasi atau inex dengan berbagai warna, serta satu linting yang diduga ganja.

Adapun di lokasi ketiga yang juga berada di kawasan Pasir Purus Atas, Kelurahan Rimbo Kaluang, polisi menemukan satu paket kecil diduga sabu, sejumlah alat isap yang dibuat dari botol air mineral, satu set bong, satu unit telepon genggam, beberapa pisau beserta sarungnya, plastik klip, korek api, serta QR barcode bertuliskan Market Kue Lamak.

Seluruh temuan tersebut menjadi bagian dari penindakan kepolisian terhadap lokasi-lokasi yang terindikasi berkaitan dengan penyalahgunaan narkoba.

Polda Sumbar Tegaskan Penggerebekan Akan Berlanjut

Solihin menegaskan bahwa penggerebekan tersebut tidak dilakukan secara tiba-tiba, melainkan berdasarkan pemetaan dan informasi yang diterima anggota di lapangan.

“Ini hasil dari pemetaan anggota. Semua laporan kita terima. Kita tidak bisa bekerja sendiri tanpa bantuan masyarakat. Jadi, kita berhasil mengamankan mereka yang diduga terlibat dalam penyalahgunaan narkoba,” kata Solihin dalam konferensi pers, Kamis (15/10/2026).

Ia memastikan operasi pemberantasan narkoba akan terus dilakukan secara rutin dan berkelanjutan. Kepolisian tidak hanya menyasar lokasi yang telah digerebek, tetapi juga akan mengembangkan pemetaan terhadap kawasan lain yang berpotensi menjadi tempat penyalahgunaan maupun peredaran narkotika.

Baca Juga  Duka Kecelakaan KA Lembah Anai, Pemuda Sungai Geringging Galang Donasi Rp11,8 Juta untuk Korban

“Ini bukan hanya dua kali, akan rutin, terus-menerus sampai wilayah kita ini bebas dari narkoba,” ujarnya.

Menurut Solihin, upaya pemberantasan narkoba juga akan diarahkan kepada bandar dan jaringan peredaran narkotika. Sementara itu, pengguna yang memenuhi kriteria akan diarahkan menjalani rehabilitasi agar dapat pulih dan kembali menjalani kehidupan secara normal.

Libatkan BNNP dan Masyarakat dalam Pemberantasan Narkoba

Polda Sumbar menyadari pemberantasan narkoba membutuhkan kerja sama berbagai pihak. Karena itu, koordinasi dengan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP), unsur Polisi Militer, tokoh adat, dan masyarakat akan diperkuat.

Solihin menilai keterlibatan masyarakat sangat penting untuk membantu aparat mengidentifikasi aktivitas mencurigakan dan mencegah berkembangnya jaringan peredaran narkoba.

“Kalau polisi sendiri, kita kurang orangnya. Jadi, kita tetap bersatu. Kalau kita bersatu dan sama-sama menghilangkan ego, semuanya demi keamanan kita,” katanya.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak lengah dan segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila mengetahui aktivitas yang diduga berkaitan dengan penyalahgunaan atau peredaran narkoba.

Hingga saat ini, dua kawasan telah dipetakan sebagai perhatian untuk penindakan lebih lanjut. Polda Sumbar akan terus mengembangkan pemetaan tersebut guna mengantisipasi munculnya lokasi-lokasi baru yang berpotensi menjadi tempat penyalahgunaan maupun peredaran narkotika.

Melalui operasi berkelanjutan dan dukungan masyarakat, kepolisian berharap upaya pemberantasan narkoba di Kota Padang dapat berjalan lebih efektif demi menjaga keamanan serta melindungi masyarakat dari bahaya narkotika.[*]