PADANG PARIAMAN | KLIKGENZ.COM — Pemerintah Provinsi Sumatera Barat mulai menguji skema rekayasa lalu lintas satu arah (one way system) di jalur utama Padang–Bukittinggi guna menekan kemacetan ekstrem saat puncak arus mudik Lebaran 2026.
Kebijakan ini resmi diberlakukan pada ruas Padang menuju Padang Panjang, salah satu titik krusial yang selama ini dikenal sebagai simpul kemacetan terparah di Sumbar.
Peluncuran skema dilakukan di kawasan exit Tol Padang–Sicincin, Tarok City, Kabupaten Padang Pariaman, Kamis (19/3/2026), dan dihadiri langsung oleh Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah bersama Kapolda Sumbar Gatot Tri Suryanta, Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis, serta Wali Kota Padang Panjang Hendri Arnis.
Langkah ini diambil sebagai strategi untuk mengurai kepadatan lalu lintas yang kerap terjadi setiap musim mudik. Berdasarkan evaluasi tahun-tahun sebelumnya, waktu tempuh di jalur Padang–Bukittinggi bahkan bisa membengkak hingga 10 jam saat Lebaran.
Adapun skema one way yang diterapkan bersifat bergantian, yakni:
-
Arah Padang menuju Padang Panjang: pukul 10.00–14.00 WIB
-
Arah Padang Panjang menuju Padang: pukul 14.00–18.00 WIB
Untuk memastikan efektivitas kebijakan, dilakukan penyekatan arus kendaraan di dua titik utama, yakni simpang exit Tol Tarok City untuk arah Padang dan simpang Padang untuk arah Padang Panjang.
Kepala Dinas Perhubungan Sumbar, Dedy Diantolani, menyebutkan bahwa kebijakan ini merupakan hasil evaluasi berkelanjutan sejak 2022 dengan fokus pada optimalisasi satu jalur utama agar pengendalian arus lebih terukur.
Sementara itu, Kapolda Sumbar Gatot Tri Suryanta menegaskan bahwa penerapan sistem ini akan bersifat dinamis, menyesuaikan kondisi di lapangan.

Pihak kepolisian juga telah menyiapkan pos pengamanan dan pos pelayanan di sejumlah titik strategis, yang tidak hanya berfungsi sebagai pusat informasi, tetapi juga tempat istirahat bagi para pemudik.
Gubernur Mahyeldi Ansharullah menegaskan, kebijakan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan perjalanan mudik yang aman dan nyaman.
“Penerapan sistem ini merupakan upaya memberikan pelayanan terbaik, sehingga masyarakat dapat menikmati perjalanan dengan lebih lancar dan aman,” ujarnya.
Pemerintah berharap uji coba one way system ini mampu menciptakan arus mudik dan balik yang lebih tertib, efisien, serta meminimalisasi potensi kemacetan panjang di jalur Padang–Padang Panjang yang selama ini menjadi titik rawan.
Masyarakat pun diimbau untuk mematuhi rekayasa lalu lintas, mengikuti arahan petugas di lapangan, serta merencanakan perjalanan dengan matang demi keselamatan bersama. [*]











