JakartaNews

Arus Mudik Lebaran 2026 Mulai Padat di Tol Jakarta–Cikampek, Antrean Kendaraan Mengular di Pertemuan Tol MBZ

Redaksi
×

Arus Mudik Lebaran 2026 Mulai Padat di Tol Jakarta–Cikampek, Antrean Kendaraan Mengular di Pertemuan Tol MBZ

Sebarkan artikel ini

H-8 Idulfitri 1447 H, kepadatan kendaraan terjadi di titik pertemuan Tol Layang MBZ dan Tol Jakarta–Cikampek arah Cikampek.

Titik pertemuan Jalan Tol Layang Sheikh Mohammed Bin Zayed (MBZ) dan Tol Jakarta–Cikampek bawah dengan antrean kendaraan mengular menuju arah Cikampek atau kilometer 49. (Istimewa/Istimewa)

JAKARTA | KLIKGENZ.COM– Arus mudik Lebaran mulai meningkat pada Jumat (13/3/2026) malam pukul 23.35 WIB pada titik pertemuan Jalan Tol Layang Sheikh Mohammed Bin Zayed (MBZ) dan Tol Jakarta-Cikampek bawah dengan antrean kendaraan mengular menuju arah Cikampek atau kilometer 49, Kabupaten Karawang, Jawa Barat

Lampu kendaraan terlihat memanjang di ruas Tol Jakarta–Cikampek pada Jumat (13/3/2026) malam. Kepadatan lalu lintas terjadi di titik pertemuan arus dari jalur bawah dengan Jalan Tol Layang Sheikh Mohammed Bin Zayed (MBZ).

Baca Juga  8 Cara Gen Z Mengenali Hoaks Politik di Media Sosial, Jangan Asal Share!

Pantauan kamera pengawas milik Jasa Marga menunjukkan antrean kendaraan di lajur arah Cikampek. Truk logistik, bus antar-kota antar-provinsi, serta mobil pribadi terlihat bercampur dalam arus kendaraan yang bergerak perlahan.

Lampu rem kendaraan membentuk garis merah panjang di jalur bawah tol. Kondisi tersebut menandakan adanya peningkatan volume kendaraan di titik pertemuan arus dari tol layang MBZ dengan tol Jakarta–Cikampek bawah.

Arus kendaraan dari arah Jakarta menuju Cikampek tampak melambat di beberapa lajur. Volume kendaraan meningkat pada malam hari seiring mulai bergeraknya pemudik menuju wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Baca Juga  Rekor Mudik 2026: 270 Ribu Kendaraan Padati Tol, Ini Prediksi Arus Balik

Kepadatan di titik pertemuan dua jalur tol tersebut kerap terjadi saat volume kendaraan meningkat. Arus kendaraan dari jalur layang dan jalur bawah harus bergantian melintas sebelum kembali bergerak lebih lancar. [ Berita Satu ]