NewsPadang PariamanPolitik

Bawaslu Padang Pariaman Gandeng 17 SMA dan SMK, Siapkan Pemilih Pemula Hadapi Pemilu 2029

Redaksi
×

Bawaslu Padang Pariaman Gandeng 17 SMA dan SMK, Siapkan Pemilih Pemula Hadapi Pemilu 2029

Sebarkan artikel ini

Penandatanganan MoU bersama 17 SMA dan SMK menjadi langkah strategis Bawaslu Padang Pariaman dalam membangun kesadaran demokrasi, meningkatkan partisipasi pemilih pemula, serta mencegah politik uang dan hoaks menjelang Pemilu 2029.

■ Jajaran Bawaslu Padang Pariaman dan para kepala sekolah SMA/SMK negeri se-Kabupaten Padang Pariaman berfoto bersama usai penandatanganan kerja sama penguatan pendidikan demokrasi dan pengawasan partisipatif di lingkungan sekolah, Kamis (18/6/2026). [Foto: humas]

PADANG PARIAMAN | KLIKGENZ.COM – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Padang Pariaman Provinsi Sumatera Barat mulai menyiapkan strategi jangka panjang menghadapi Pemilu 2029 melalui penguatan pendidikan demokrasi bagi pemilih pemula. Salah satu langkah yang ditempuh adalah menjalin kerja sama dengan sekolah menengah atas dan sederajat melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU).

Kegiatan penandatanganan MoU tersebut dilaksanakan pada Kamis (18/6/2026) di Aula Kantor Bawaslu Kabupaten Padang Pariaman dan dihadiri oleh kepala sekolah SMA dan SMK se-Kabupaten Padang Pariaman.

Ketua Bawaslu Padang Pariaman, Azwar Mardin, mengatakan kerja sama tersebut merupakan bagian dari ikhtiar membangun fondasi demokrasi sejak dini kepada generasi muda yang nantinya akan menjadi pemilih pemula pada Pemilu 2029.

Menurutnya, pendidikan demokrasi yang diberikan sejak bangku sekolah akan mendorong tumbuhnya kesadaran politik yang sehat sekaligus meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pesta demokrasi.

“Ini merupakan langkah yang terencana dan berkelanjutan. Jika pemilih pemula sejak dini dibekali dengan nilai-nilai demokrasi, maka akan tumbuh kesadaran dan kepercayaan untuk ikut berpartisipasi secara aktif dalam proses demokrasi,” ujar Azwar.

■ Dari kiri Ketua Bawaslu Kab. Padang Pariaman menyerahkan naskah MOU kepada Kepala sekolah SMA N 1 Lubuk Alung. [Foto: humas]
Ia menilai sekolah memiliki peran strategis dalam membentuk karakter demokratis generasi muda. Karena itu, kolaborasi antara Bawaslu dan satuan pendidikan menjadi penting dalam menciptakan pemilih yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab.

Baca Juga  Bawaslu Padang Pariaman Gandeng Gen Z, Gelar Pelatihan Jurnalistik untuk Perkuat Demokrasi Digital

Azwar berharap sinergi yang dibangun bersama kepala sekolah dapat menjadi fondasi kuat dalam menekan berbagai potensi pelanggaran pemilu di masa mendatang, seperti politik uang, penyebaran hoaks, ujaran kebencian, serta berbagai bentuk pelanggaran lainnya.

Selain itu, Bawaslu juga ingin menanamkan pemahaman kepada para pelajar mengenai pentingnya menggunakan hak pilih secara bertanggung jawab serta berpartisipasi aktif dalam pengawasan pemilu.

“Pemilih pemula perlu memahami bahwa satu suara memiliki arti penting dalam menentukan arah kepemimpinan dan masa depan daerah maupun bangsa. Karena itu, mereka harus menjadi bagian dari upaya menjaga kualitas demokrasi,” katanya.

Sementara itu, Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Humas Bawaslu Padang Pariaman, Indra Gunawan, berharap kerja sama tersebut tidak hanya berhenti pada penandatanganan MoU, tetapi juga diwujudkan melalui berbagai program edukasi demokrasi di lingkungan sekolah.

Menurutnya, Bawaslu harus hadir di tengah-tengah pelajar untuk memperkenalkan nilai-nilai demokrasi, khususnya pengawasan partisipatif.

“Melalui kerja sama ini, kami ingin menanamkan semangat pengawasan partisipatif kepada generasi muda agar slogan ‘Bersama Rakyat Awasi Pemilu, Bersama Bawaslu Tegakkan Keadilan Pemilu’ dapat diwujudkan secara nyata,” ujar Indra.

Baca Juga  Bawaslu Pesisir Selatan Gandeng Radio Langkisau, Edukasi Kepemiluan Lewat Program “Bawaslu Mengudara”

Dukungan terhadap program tersebut juga disampaikan perwakilan kepala sekolah yang diwakili Kepala SMAN 1 Lubuk Alung, Ardizon.

Ia menyambut baik inisiatif Bawaslu dalam melibatkan dunia pendidikan sebagai mitra strategis untuk meningkatkan pemahaman demokrasi di kalangan pelajar.

Menurut Ardizon, siswa SMA dan SMK saat ini merupakan calon pemilih pemula yang akan memiliki peran penting dalam Pemilu 2029 mendatang.

“Kami memberikan apresiasi kepada Bawaslu Padang Pariaman yang telah aktif masuk ke lingkungan pendidikan untuk memberikan edukasi demokrasi kepada siswa. Ini menjadi bekal penting bagi mereka sebagai pemilih pemula sekaligus generasi penerus bangsa,” ujarnya.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya Bawaslu Padang Pariaman dalam mengoptimalkan program pencegahan pelanggaran pemilu pada masa non-tahapan, termasuk mendorong kesadaran demokrasi dan partisipasi masyarakat sejak usia sekolah.

Adapun sekolah yang menandatangani MoU dengan Bawaslu Padang Pariaman terdiri dari 17 SMA dan SMK negeri yang tersebar di berbagai kecamatan di Kabupaten Padang Pariaman. [*]