PADANG PARIAMAN|KLIKGENZ.COM – Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman menggelar bazar murah di kawasan Car Free Day (CFD) Katapiang, Kecamatan Batang Anai, Minggu (11/10/2026). Kegiatan ini menjadi salah satu upaya pemerintah daerah menjaga stabilitas harga pangan sekaligus membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis, bersama Wakil Bupati Rahmat Hidayat, Sekretaris Daerah Hendra Aswara, dan jajaran pemerintah daerah meninjau langsung kegiatan tersebut. Dalam kunjungan itu, rombongan juga mendatangi stan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan yang menyediakan sejumlah komoditas pangan bagi masyarakat.
Bazar murah ini merupakan bagian dari langkah pengendalian inflasi daerah, terutama untuk komoditas strategis yang mengalami gejolak harga di pasaran. Melalui kegiatan tersebut, pemerintah berharap daya beli masyarakat tetap terjaga dan kebutuhan pangan sehari-hari dapat dipenuhi dengan lebih terjangkau.
Bupati John Kenedy Azis, yang juga menjabat Ketua Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Padang Pariaman, mengapresiasi pelaksanaan bazar murah yang dinilai memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
Menurutnya, intervensi pemerintah melalui penyediaan bahan pangan dengan harga terjangkau menjadi langkah penting untuk menjaga stabilitas harga, khususnya pada komoditas yang berpengaruh terhadap inflasi.
“Bazar murah ini diharapkan dapat membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau. Pemerintah daerah akan terus berupaya menghadirkan kegiatan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Cabai dan Bawang Jadi Perhatian Pengendalian Inflasi
John Kenedy Azis juga menyoroti perkembangan harga cabai dan bawang yang belakangan menjadi salah satu faktor pemicu inflasi, baik di Kabupaten Padang Pariaman maupun di Sumatera Barat secara umum.
Untuk mengantisipasi gejolak harga tersebut, diperlukan langkah konkret dan intervensi terpadu guna menjaga ketersediaan pasokan sekaligus memastikan masyarakat tetap dapat mengakses bahan pangan dengan harga yang wajar.
Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah daerah adalah melalui program Gempita Cabai, singkatan dari Gerakan Masyarakat Produktif dan Intervensi Terpadu untuk Atasi Inflasi Cabai. Program ini dilaksanakan oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Padang Pariaman.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Padang Pariaman, Ira Febriani, menjelaskan bahwa bazar murah merupakan bentuk intervensi langsung pemerintah daerah untuk membantu masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga lebih terjangkau.
Selain itu, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung pengendalian inflasi melalui penyediaan komoditas pangan strategis bagi masyarakat.
Ini Daftar Harga Bazar Murah CFD Katapiang
Bazar murah di CFD Katapiang berlangsung mulai pukul 07.00 hingga 10.00 WIB. Dalam kegiatan tersebut, pemerintah menyediakan empat komoditas utama, yakni cabai merah, bawang merah, bawang putih, dan telur ayam ras.
Berikut daftar komoditas, jumlah persediaan, dan harga yang ditawarkan kepada masyarakat:
- Cabai merah: 75 kilogram dengan harga Rp70.000 per kilogram.
- Bawang merah: 40 kilogram dengan harga Rp24.000 per kilogram.
- Bawang putih: 40 kilogram dengan harga Rp28.000 per kilogram.
- Telur ayam ras: 75 papan dengan harga Rp48.000 per papan.
Seluruh komoditas yang disediakan dalam bazar tersebut dilaporkan terjual habis selama kegiatan berlangsung.
Tingginya minat masyarakat ini menunjukkan kebutuhan terhadap bahan pangan dengan harga terjangkau masih besar. Penjualan yang habis juga menjadi salah satu indikator bahwa kegiatan bazar murah mendapat respons positif dari warga.
Melalui program Gempita Cabai, Pemkab Padang Pariaman berharap gejolak harga pangan, terutama cabai dan bawang, dapat ditekan melalui intervensi pasar yang terukur dan berkelanjutan.
CFD Katapiang Jadi Sarana Pelayanan Masyarakat
Selain bazar murah, kegiatan CFD Katapiang turut diramaikan dengan berbagai aktivitas masyarakat, seperti senam bersama, bersepeda, dan kegiatan lain yang mendorong penerapan pola hidup sehat.
Kegiatan tersebut juga menjadi ruang interaksi sosial bagi masyarakat sekaligus sarana mempererat kebersamaan di lingkungan setempat.
Pemkab Padang Pariaman memanfaatkan momentum CFD tidak hanya untuk mendorong aktivitas olahraga dan rekreasi, tetapi juga mendekatkan pelayanan pemerintah kepada masyarakat.
Melalui kegiatan bazar murah dan program pengendalian inflasi, pemerintah daerah berupaya memperkuat ketahanan pangan serta menjaga daya beli masyarakat di tengah perubahan harga kebutuhan pokok.
Ke depan, intervensi pangan melalui program Gempita Cabai diharapkan dapat terus mendukung stabilitas harga komoditas strategis dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kabupaten Padang Pariaman.[*]











