PADANG|KLIKGENZ.COM – Dampak bencana hidrometeorologi yang melanda Kota Padang pada akhir November 2025 masih dirasakan masyarakat hingga September 2026.
Salah satu dampak yang masih dirasakan warga adalah rusaknya sejumlah bendungan irigasi. Kerusakan tersebut tidak hanya berdampak terhadap lahan pertanian, tetapi juga memengaruhi ketersediaan air bersih bagi masyarakat.
Sejumlah sumur galian warga yang selama ini bergantung pada kondisi irigasi ikut mengalami kekeringan. Akibatnya, warga terpaksa mengandalkan air hujan serta bantuan pasokan air bersih menggunakan mobil tangki.
Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Perumda Air Minum (AM) Kota Padang terus menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat yang terdampak.
Hingga saat ini, distribusi air bersih telah berlangsung selama sekitar 10 bulan kepada masyarakat nonpelanggan Perumda AM Padang di sejumlah wilayah Kota Padang.
Perumda AM Padang Terus Suplai Air Bersih
Humas Perumda AM Padang, Afriyanto, mengatakan pihaknya akan terus memberikan bantuan air bersih selama masyarakat masih membutuhkan pasokan akibat dampak bencana banjir bandang pada November 2025.
“Perumda AM Padang memberikan bantuan air bersih kepada masyarakat Kota Padang non pelanggan melalui BPBD dan Damkar Kota Padang. Ini berlangsung setelah banjir bandang melanda pada November 2025 hingga saat ini,” ujar Afriyanto, Senin (28/9/2026).
Menurut Afriyanto, distribusi bantuan air bersih hingga kini masih dipusatkan di kawasan Kuranji yang menjadi salah satu daerah terdampak.
Pasokan air untuk kebutuhan masyarakat tersebut disuplai langsung dari Instalasi Pengolahan Air (IPA) Sikayan.
Bantuan diberikan melalui koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Padang.
Distribusi Dilakukan Selama Warga Membutuhkan
Afriyanto menyebut distribusi air bersih akan terus dilakukan selama kondisi pasokan air masyarakat belum kembali normal.
Langkah tersebut dilakukan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar warga, khususnya masyarakat yang sumur galiannya masih terdampak akibat kerusakan sarana irigasi setelah bencana.
Perumda AM Padang juga terus berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait guna mempercepat pemulihan sarana dan prasarana yang terdampak bencana.
Koordinasi tersebut terutama diarahkan untuk mendukung pemulihan akses air bersih bagi masyarakat di kawasan terdampak.
Dengan adanya bantuan melalui mobil tangki, kebutuhan air bersih masyarakat nonpelanggan di wilayah terdampak diharapkan tetap dapat terpenuhi selama proses pemulihan berlangsung.[*]











