Breaking NewsHeadlineNewsSumbar

Pemprov Sumbar Anggarkan Rp115,34 Miliar untuk Tanggul Sungai

×

Pemprov Sumbar Anggarkan Rp115,34 Miliar untuk Tanggul Sungai

Sebarkan artikel ini

Anggaran TKD Tambahan dialokasikan untuk pembangunan tanggul, pengamanan pantai, dan pemulihan infrastruktur sumber daya air, termasuk tanggul Batang Sianok di Agam yang progresnya mencapai 30 persen.

foto istimewa

SUMATERA BARAT|KLIKGENZ.COM – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) mengalokasikan anggaran Rp115,34 miliar dari Dana Transfer ke Daerah (TKD) Tambahan untuk penanganan infrastruktur sungai dan pengamanan pantai. Anggaran tersebut menjadi bagian dari upaya pemulihan infrastruktur sumber daya air yang terdampak bencana hidrometeorologi di sejumlah wilayah Sumbar.

Dana tersebut diarahkan untuk pembangunan tanggul sungai, pengamanan pantai, pemeliharaan alur sungai, serta pemulihan infrastruktur pengairan yang mengalami kerusakan akibat bencana. Pemerintah berharap berbagai pekerjaan itu dapat mengurangi risiko bencana sekaligus melindungi lahan pertanian dan permukiman masyarakat.

Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi (SDABK) Sumbar, Rifda Suriani, mengatakan alokasi Rp115,34 miliar tersebut merupakan bagian dari total anggaran TKD Tambahan sebesar Rp195,1 miliar yang dikelola melalui dinasnya untuk membiayai 75 kegiatan di sektor sumber daya air.

“Tambahan dana ini kita arahkan mulai dari pembangunan tanggul sungai, pengamanan pantai, pemeliharaan alur sungai, hingga rehabilitasi jaringan irigasi dan bendung yang rusak,” kata Rifda, Selasa (20/10/2026).

Dari total anggaran untuk bidang sungai dan pengamanan pantai tersebut, sebesar Rp106,88 miliar dialokasikan untuk pembangunan tanggul sungai. Selanjutnya, Rp6,73 miliar digunakan untuk pengamanan pantai, sedangkan Rp933,13 juta diperuntukkan bagi pemeliharaan sungai dan kegiatan pendukung lainnya.

Menurut Rifda, penanganan infrastruktur sumber daya air tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga memastikan sarana pengairan yang rusak dapat kembali berfungsi. Hal ini penting untuk mendukung aktivitas pertanian serta menjaga ketersediaan air bagi masyarakat.

Pemprov Sumbar Siapkan Rp49,60 Miliar untuk Rehabilitasi Irigasi

Selain penanganan sungai dan pantai, Pemprov Sumbar mengalokasikan Rp49,60 miliar untuk bidang irigasi. Anggaran tersebut terdiri atas Rp41,52 miliar untuk rehabilitasi jaringan irigasi permukaan dan Rp7,95 miliar untuk rehabilitasi bendung irigasi.

Baca Juga  MA Tolak PK Nikita Mirzani, Hukuman 6 Tahun Penjara Tetap Berlaku

Salah satu pekerjaan yang menjadi sasaran program tersebut adalah rehabilitasi Irigasi Batang Sianok di Kabupaten Agam. Kegiatan ini memperoleh anggaran Rp3 miliar untuk penanganan jaringan sepanjang 1.628,01 meter.

Rehabilitasi tersebut diharapkan dapat memulihkan fungsi jaringan pengairan yang dibutuhkan petani, sekaligus mendukung keberlanjutan produksi pertanian di wilayah terdampak bencana.

Rifda menegaskan, pihaknya terus mengawal proses pengadaan dan pelaksanaan pekerjaan agar berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Kita terus mengawal agar seluruh proses pengadaan berjalan sesuai ketentuan dan pengerjaannya tuntas tepat sasaran demi membantu masyarakat,” ujarnya.

Secara keseluruhan, Pemprov Sumbar menerima alokasi TKD Tambahan sebesar Rp534,98 miliar untuk penanganan bencana. Dari total tersebut, Rp195,1 miliar dialokasikan melalui Dinas SDABK guna mendukung pemulihan dan pembangunan infrastruktur sumber daya air.

Pembangunan Tanggul Batang Sianok Capai 30 Persen

Salah satu proyek yang tengah dikerjakan melalui program penanganan infrastruktur sumber daya air adalah pembangunan tanggul Sungai Batang Sianok di Jorong Pahambatan, Nagari Balingka, Kecamatan IV Koto, Kabupaten Agam.

Proyek senilai Rp1,9 miliar tersebut ditujukan untuk mengurangi risiko luapan sungai yang mengancam lahan pertanian dan permukiman warga. Berdasarkan pemantauan pada Selasa (20/10/2026), progres fisik pembangunan tanggul telah mencapai sekitar 30 persen.

Wali Nagari Balingka, Aljumpati Agus, mengatakan keberadaan tanggul sangat dibutuhkan masyarakat setempat. Selama ini, luapan Sungai Batang Sianok ketika hujan deras di kawasan hulu kerap mengancam lahan pertanian warga.

Ia menyebutkan, lebih dari 15 hektare sawah produktif milik masyarakat telah mengalami kerusakan akibat luapan sungai. Kondisi tersebut diperparah oleh belum adanya tanggul penahan air di titik yang terdampak.

Baca Juga  Bawaslu Padang Pariaman Sampaikan Laporan Akhir: Capaian dan Kendala Pemilu 2024

“Pembangunan tanggul ini sangat mendesak bagi masyarakat Balingka. Sebab, kalau curah hujan di hulu sedang tinggi dan air Batang Sianok membesar, alirannya meluap sampai menghantam area persawahan warga. Sudah lebih dari 15 hektare lahan sawah produktif yang rusak karena sebelumnya belum ada tanggul penahan air di titik ini,” kata Aljumpati.

Menurutnya, pembangunan tanggul diharapkan dapat memberikan perlindungan lebih baik bagi lahan pertanian masyarakat, terutama ketika debit sungai meningkat akibat hujan deras.

Libatkan 40 Pekerja, Tanggul Ditargetkan Rampung Desember

Direktur CV Sapta Karya selaku kontraktor pelaksana, Andi, menjelaskan bahwa tanggul Batang Sianok dirancang dengan lebar permukaan sekitar 10 meter.

Selain berfungsi menahan luapan sungai, bagian tepian tanggul juga dilengkapi jalan akses untuk mendukung mobilitas masyarakat dan mempermudah kegiatan pemeliharaan sungai.

Untuk mempercepat proses pembangunan, kontraktor mengerahkan sekitar 40 tenaga kerja lapangan. Proyek tersebut ditargetkan selesai pada akhir Desember 2026.

Pengerjaan tanggul ini menjadi salah satu langkah untuk mengurangi ancaman luapan Sungai Batang Sianok terhadap lahan pertanian dan permukiman di Nagari Balingka.

Melalui pembangunan tanggul, pengamanan pantai, serta rehabilitasi jaringan irigasi dan bendung, Pemprov Sumbar berharap dampak bencana hidrometeorologi dapat ditekan. Pemulihan infrastruktur tersebut juga diharapkan membantu menjaga produktivitas pertanian dan mendukung pemulihan perekonomian masyarakat di wilayah terdampak bencana.

Dengan pengawasan pelaksanaan proyek dan penyelesaian pekerjaan sesuai target, berbagai program tersebut diharapkan memberikan manfaat jangka panjang bagi keselamatan warga dan keberlanjutan pembangunan di Sumatera Barat.[*]