BENGKULU|KLIKGENZ.COM – Aksi penjarahan terjadi saat sebuah gudang makanan ringan atau snack dilanda kebakaran di Kota Bengkulu. Alih-alih membantu proses pemadaman, sejumlah orang diduga mengambil makanan ringan dari gudang yang sedang terbakar tersebut.
Polisi mengamankan 12 orang yang diduga terlibat dalam aksi tersebut pada Jumat (23/10/2026). Mereka terdiri dari orang dewasa dan sejumlah pelajar.
Kapolsek Selebar Polresta Bengkulu, AKP Bayu Heri, mengatakan belasan orang tersebut telah dibawa ke Mapolsek untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
“Terduga pelaku sudah kita amankan di Mapolsek,” kata Bayu, dikutip dari detikSumbagsel, Minggu (25/10/2026).
Bayu menjelaskan, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti berupa makanan ringan yang diduga diambil dari lokasi kebakaran. Jumlah barang yang ditemukan dari masing-masing orang berbeda-beda.
Adapun 12 orang yang diamankan masing-masing berinisial EW, MT, ZE, VB, IL, DN, DM, AR, CS, AS, AP, dan MA.
Polisi Sita Puluhan hingga Ratusan Bungkus Snack
Dalam pemeriksaan awal, polisi menemukan makanan ringan dengan jumlah bervariasi dari masing-masing orang yang diamankan.
Sebagian di antaranya diduga mengambil hingga 12 renteng atau sekitar 120 bungkus makanan ringan. Ada pula yang diduga mengambil 10 renteng atau sekitar 100 bungkus, serta 11 renteng atau sekitar 110 bungkus.
Selain itu, polisi menemukan makanan ringan dalam jumlah lebih sedikit dari beberapa orang lainnya. Petugas juga mengamankan satu dus makanan ringan yang diduga dibawa oleh salah seorang yang diamankan.
“Untuk jumlah barang bukti makanan ringan macam-macam, ada yang 10 sampai 12 renteng. Saat ini kami masih melakukan pemeriksaan,” jelas Bayu.
Barang bukti tersebut kini menjadi bagian dari proses pemeriksaan untuk mendalami dugaan pengambilan barang dari gudang yang terbakar.
Polisi Masih Periksa 12 Orang yang Diamankan
Hingga Minggu (25/10/2026), polisi masih melakukan pemeriksaan terhadap 12 orang yang diamankan terkait dugaan penjarahan tersebut.
Pemeriksaan dilakukan untuk mendalami peran masing-masing orang serta memastikan kronologi pengambilan makanan ringan saat kebakaran berlangsung.
Peristiwa ini menjadi perhatian karena dugaan pengambilan barang terjadi ketika gudang sedang dilanda kebakaran. Dalam situasi darurat seperti itu, keselamatan warga dan upaya membantu penanganan kebakaran seharusnya menjadi prioritas.
Polisi masih mendalami kasus tersebut. Status hukum dan tindak lanjut terhadap orang-orang yang diamankan akan bergantung pada hasil pemeriksaan serta proses hukum yang berlaku.[*]











