PADANG PARIAMAN | KLIKGENZ.COM — Suasana alek adat Minangkabau terasa khidmat di Nagari Campagi, Kecamatan V Koto Kampung Dalam, Kabupaten Padang Pariaman, Sabtu (17/10/2026). Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis, menghadiri prosesi Malewakan Gala Rangkayo Rajo Kinayan yang dianugerahkan kepada H. Marjoni.
Prosesi adat tersebut menjadi momentum penting bagi kaum H. Marjoni. Gelar Rangkayo Rajo Kinayan resmi dilewakan dan dikukuhkan dalam sebuah rangkaian alek adat yang dihadiri niniak mamak, alim ulama, cadiak pandai, bundo kanduang, serta masyarakat setempat.
Pengukuhan gelar adat berlangsung dalam suasana penuh penghormatan terhadap nilai-nilai adat Minangkabau. Prosesi ini sekaligus menjadi bentuk keberlanjutan tradisi dalam menjaga hubungan antara pangulu, anak kemenakan, dan masyarakat di lingkungan nagari.
Dalam sambutannya, Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis menyampaikan ucapan selamat kepada H. Marjoni atas amanah besar yang diberikan oleh kaumnya.
Ia berharap gelar Rangkayo Rajo Kinayan tidak hanya menjadi simbol kehormatan, tetapi juga diiringi tanggung jawab dalam membimbing anak kemenakan, menjaga persatuan kaum, serta mempertahankan marwah adat.
“Semoga dengan amanah ini, Rangkayo Rajo Kinayan dapat menjadi panutan, pembimbing, dan pelindung bagi anak kemenakan serta masyarakat V Koto,” ujar John Kenedy Azis.
Menurutnya, keberadaan pangulu memiliki posisi penting dalam kehidupan masyarakat nagari. Berbagai persoalan sosial dan kehidupan anak kemenakan membutuhkan peran pangulu yang mampu menjadi tempat bermusyawarah sekaligus memberikan arah dan penyelesaian.
“Baik buruaknyo nagari, ado di tangan pangulu. Untuk itu, mari kita bersama-sama mendukung Rangkayo Rajo Kinayan dalam mengemban amanah ini,” tambahnya.
John Kenedy Azis juga mengapresiasi niniak mamak, bundo kanduang, alim ulama, cadiak pandai, serta masyarakat yang terus menjaga keberlangsungan adat dan budaya Minangkabau.
Menurutnya, tradisi Malewakan Gala merupakan salah satu warisan budaya yang memiliki nilai penting dalam kehidupan masyarakat Minangkabau. Karena itu, keberadaan alek adat semacam ini perlu terus dirawat dan diwariskan kepada generasi muda.
“Inilah warisan budaya kita yang harus terus dijaga agar nilai-nilainya tidak hilang ditelan zaman,” pungkasnya.
Prosesi Malewakan Gala Rangkayo Rajo Kinayan di Nagari Campago tersebut pun menjadi pengingat bahwa adat bukan sekadar tradisi seremonial, melainkan bagian dari kehidupan masyarakat yang mengandung nilai tanggung jawab, kepemimpinan, kebersamaan, dan penghormatan terhadap kaum serta nagari.











