PADANG | KLIKGENZ.COM — Pemerintah Kota Padang mengambil langkah antisipasi menyusul kondisi cuaca dan kualitas udara yang memburuk. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang memindahkan sementara proses pembelajaran dari sekolah ke rumah untuk menjaga kesehatan peserta didik.
Kebijakan tersebut diterapkan selama tiga hari ke depan. Selama pembelajaran berlangsung dari rumah, siswa tetap mendapatkan tugas dari sekolah dengan pengawasan orang tua.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang, Yopi Krislova, mengimbau siswa dan orang tua meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak selama pembelajaran dilakukan dari rumah.
Menurut Yopi, kondisi kualitas udara perlu menjadi perhatian karena paparan udara yang kurang baik dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, termasuk infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
“Kalau kami dari Dinas Pendidikan Kebudayaan ini mengimbau kepada seluruh siswa dan juga orang tua untuk mengawasi anaknya selama tiga hari ke depan,” kata Yopi, Rabu (9/9/2026).
Ia mengingatkan, pengalaman sebelumnya menunjukkan masih ada siswa yang mengalami gangguan kesehatan setelah kembali beraktivitas di luar rumah. Salah satu penyebabnya, kata dia, adalah kurangnya perhatian terhadap perlindungan diri, termasuk penggunaan masker.
“Karena nanti setelah pembelajaran jarak jauh, ternyata banyak juga siswa kita yang terpapar ISPA, karena mengabaikan kesehatan dan tidak menggunakan masker ketika keluar rumah,” ujarnya.
Sekolah Tetap Berikan Tugas kepada Siswa
Yopi menjelaskan, pemindahan pembelajaran ke rumah bukan berarti kegiatan belajar dihentikan. Sekolah tetap memberikan tugas kepada siswa agar proses pendidikan tetap berjalan.
Orang tua juga diminta berperan aktif mendampingi dan mengawasi anak selama mengikuti pembelajaran dari rumah.
“Hari ini memindahkan pembelajaran dari sekolah ke rumah. Kami juga memberikan tugas, jadi nanti orang tua juga mengawasi,” ujarnya.
Pemerintah berharap kondisi cuaca dan kualitas udara segera membaik sehingga kegiatan belajar tatap muka dapat kembali dilaksanakan.
“Mudah-mudahan tiga hari ke depan cuaca dan kualitas udara kita membaik, dan Senin bisa sekolah offline atau tatap muka,” kata Yopi.
BPBD Ingatkan Risiko Kebakaran Saat Kemarau
Di tengah kondisi cuaca tersebut, Pemerintah Kota Padang juga meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton, mengimbau masyarakat tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, terutama di kawasan dengan vegetasi yang mulai mengering.
Warga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar. Masyarakat juga diingatkan tidak membuang puntung rokok sembarangan maupun membakar sampah di bawah pohon.
“Kami mengimbau kepada warga jangan membuka lahan dengan cara membakar. Kemudian jangan juga membuang puntung rokok sembarangan dan jangan membakar sampah di bawah pohon, sehingga api nantinya bisa menjalar ke mana-mana,” ujar Hendri.
Ia menegaskan masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan karena kondisi musim kemarau dapat membuat material kering lebih mudah terbakar dan memperbesar risiko api meluas.
“Karena saat ini musim kemarau panjang, masyarakat harus lebih berhati-hati,” katanya.
Pemerintah Kota Padang mengajak masyarakat bersama-sama menjaga kesehatan dan meningkatkan kewaspadaan selama kondisi cuaca belum membaik.
Penggunaan masker ketika harus beraktivitas di luar rumah, mengurangi aktivitas di ruang terbuka saat kualitas udara memburuk, serta menghindari pembakaran lahan dan sampah menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko kesehatan maupun kebakaran. [*]











