MALAYSIA | KlikGenZ — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh generasi muda Sumatera Barat di tingkat internasional. Arzeta Aprilia, mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Padang (UNP) asal Batang Gadang, Kecamatan Ulakan Tapakis, Kabupaten Padang Pariaman, berhasil menjadi delegasi dalam ajang 5th International Youth Summit (IYS) 2026 yang diselenggarakan di Universiti Putra Malaysia (UPM), Kuala Lumpur, Malaysia, pada 29–30 Mei 2026.
International Youth Summit merupakan forum internasional bergengsi yang mempertemukan pemuda, mahasiswa, peneliti, dan inovator muda dari berbagai negara untuk mempresentasikan gagasan, penelitian, serta inovasi yang berkontribusi terhadap pembangunan global. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Sentosa Foundation bekerja sama dengan Centre of Entrepreneurial Development and Graduate Marketability (CEM) Universiti Putra Malaysia.
Dalam ajang tersebut, Arzeta Aprilia mengikuti kompetisi esai ilmiah pada bidang kesehatan dengan karya inovatif berjudul “MIRNA-STACK AI: Platform Deteksi Dini dan Prediksi Resistensi Kanker Paru Berbasis Stacked Ensemble Learning pada Profil Eksosomal Circulating MicroRNA”.
Karya tersebut mengangkat pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam mendukung deteksi dini kanker paru sekaligus memprediksi potensi resistensi pengobatan melalui analisis profil microRNA yang terdapat pada eksosom dalam sirkulasi darah. Inovasi ini dinilai memiliki potensi besar dalam mendukung perkembangan teknologi kesehatan presisi dan diagnosis medis berbasis data.
Pada kompetisi tersebut, seluruh finalis diwajibkan mempresentasikan hasil penelitian dan inovasi mereka secara langsung di hadapan reviewer internasional yang berasal dari berbagai institusi akademik dan profesional. Penilaian dilakukan berdasarkan kualitas penelitian, kebaruan inovasi, relevansi terhadap permasalahan global, serta kemampuan peserta dalam mempresentasikan gagasan secara ilmiah.
Keikutsertaan Arzeta Aprilia dalam forum internasional tersebut menjadi bukti bahwa mahasiswa Indonesia, khususnya dari Sumatera Barat, mampu bersaing dan menunjukkan kualitas akademik di tingkat global. Prestasi ini sekaligus menjadi kebanggaan bagi Universitas Negeri Padang dan masyarakat Padang Pariaman.
Selain menjadi ajang kompetisi ilmiah, International Youth Summit juga membuka peluang kolaborasi internasional, pertukaran pengetahuan, serta pengembangan jejaring global antar pemuda dan peneliti dari berbagai negara.
Arzeta berharap pengalaman yang diperolehnya selama mengikuti International Youth Summit dapat menjadi motivasi untuk terus mengembangkan penelitian dan inovasi di bidang kesehatan. Ia juga berharap semakin banyak generasi muda Indonesia yang berani tampil di forum internasional dan membawa gagasan yang memberikan manfaat bagi masyarakat luas.
Partisipasi mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Padang dalam ajang internasional ini menjadi bukti bahwa inovasi dan semangat riset generasi muda Indonesia mampu berkontribusi dalam menjawab tantangan kesehatan masa depan melalui pendekatan ilmu pengetahuan dan teknologi.











