News

One Way dan Contraflow Mudik 2026 Dinilai Efektif, Pemudik Apresiasi Kinerja Korlantas Polri

Redaksi
×

One Way dan Contraflow Mudik 2026 Dinilai Efektif, Pemudik Apresiasi Kinerja Korlantas Polri

Sebarkan artikel ini

Rekayasa lalu lintas hingga pemantauan berbasis teknologi dinilai mampu mengurai kemacetan di jalur utama mudik

CIKARANG | KLIKGENZ.COM — Penerapan rekayasa lalu lintas berupa sistem satu arah (one way) dan contraflow selama arus mudik Lebaran 2026 mendapat respons positif dari para pemudik. Kebijakan yang diterapkan Korlantas Polri ini dinilai efektif dalam mengurai kepadatan kendaraan di sejumlah ruas jalan utama.

Sejumlah pemudik mengaku perjalanan mereka menjadi lebih lancar dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, terutama di jalur padat seperti Jakarta menuju Bandung dan jalur Pantura.

Sutrisno, pemudik asal Depok yang menuju Tegal, mengatakan penerapan contraflow dan one way memberikan dampak signifikan terhadap kelancaran arus kendaraan.

“Perjalanan jadi lebih lancar, kemacetan juga sedikit terurai. Menurut saya contraflow dan one way ini bagus,” ujarnya.

Selain rekayasa lalu lintas, kehadiran petugas di lapangan juga dinilai berperan besar dalam menjaga kelancaran arus mudik, termasuk dalam pengaturan di rest area dan titik rawan kepadatan.

Baca Juga  Banjir Demak Meluas, 2.839 Warga Mengungsi Akibat Tanggul Jebol

“Petugas sangat membantu, baik di jalan maupun di rest area,” tambahnya.

Hal senada disampaikan Rico Ferdiansyah, pemudik asal Pandeglang yang menuju Yogyakarta. Ia menilai keberadaan polisi lalu lintas memberikan rasa aman sekaligus memudahkan pemudik jika menghadapi kendala di perjalanan.

“Kehadiran polisi sangat membantu mengurai kemacetan. Kalau ada kendala, kita bisa langsung ke petugas,” katanya.

Rico juga mengaku merasakan manfaat pos pelayanan yang disediakan selama arus mudik. Ia sempat beristirahat di salah satu pos sebelum melanjutkan perjalanan.

“Petugasnya ramah dan membantu, terutama saat kita butuh tempat istirahat di luar rest area,” ujarnya.

Sementara itu, pemudik rute Jakarta–Bandung juga menilai contraflow mampu mengurai kepadatan kendaraan secara bertahap, terutama di titik-titik kemacetan seperti KM 20 hingga KM 30.

Pemudik lainnya, Abel, menyebut rekayasa lalu lintas yang diterapkan tahun ini lebih terorganisir dan responsif.

Baca Juga  Mencari Solusi Persoalan Tarok City, Pemda Padang Pariaman Pastikan Pembangunan Daerah Tetap Berjalan

“Rekayasa lalu lintas ini sangat membantu perjalanan mudik,” katanya.

Ia juga menyoroti penggunaan teknologi dalam pengelolaan lalu lintas yang dinilai semakin modern, seperti pemanfaatan drone dan helikopter untuk memantau kondisi jalan secara real-time.

“Dengan pemantauan itu, petugas bisa lebih cepat datang ke titik kemacetan,” tambahnya.

Keberadaan pos pelayanan dan pos pengamanan juga menjadi faktor pendukung kelancaran mudik. Fasilitas tersebut dinilai mampu memberikan respons cepat terhadap kebutuhan pemudik di perjalanan.

Para pemudik pun menyampaikan apresiasi kepada pemerintah dan aparat kepolisian atas pengamanan arus mudik tahun ini, termasuk kepada Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.

Dengan berbagai skema rekayasa lalu lintas yang diterapkan, pemerintah berharap arus mudik dan arus balik Lebaran 2026 dapat berjalan lebih lancar, aman, dan terkendali di seluruh wilayah Indonesia. [*]