HeadlineLifestyleNews

Aksi Bersih-Bersih Tutup Pacu Kudo 2026 Padang Pariaman, JKA Turun Langsung Bersama Warga

Redaksi
×

Aksi Bersih-Bersih Tutup Pacu Kudo 2026 Padang Pariaman, JKA Turun Langsung Bersama Warga

Sebarkan artikel ini

Bukan Sekadar Hiburan, Pacu Kudo 2026 Tinggalkan Jejak Kepedulian Lingkungan dan Semangat Gotong Royong

■ Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis bersama Wakil Bupati Rahmat Hidayat dan masyarakat melakukan aksi bersih-bersih di arena Pacu Kudo 2026, Nagari Balah Aia, Kecamatan VII Koto Sungai Sariak, usai penutupan acara.

PADANG PARIAMAN | KLIKGENZ.COM – Riuh tepuk tangan dan derap kuda yang memacu adrenalin akhirnya mereda. Namun, penutupan Pacu Kudo 2026 di Duku Banyak, Nagari Balah Aia, Kecamatan VII Koto Sungai Sariak, justru meninggalkan pemandangan yang tak kalah menyentuh aksi nyata kepedulian lingkungan.

Bukan panggung hiburan, bukan pula seremoni formal. Lapangan pacu kuda itu berubah menjadi ruang gotong royong. Panitia, masyarakat, hingga jajaran pemerintah daerah kompak memungut sampah, membersihkan sisa-sisa keramaian yang beberapa hari sebelumnya dipenuhi ribuan pengunjung.

Di tengah aksi itu, sosok Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis (JKA), terlihat tak sekadar memberi instruksi. Ia turun langsung, memungut sampah bersama warga. Wakil Bupati Rahmat Hidayat pun ikut larut dalam gerakan tersebut.

Momen ini seakan menghidupkan kembali ingatan masyarakat pada sosok almarhum Anas Malik, pemimpin yang dikenal merakyat dan memberi teladan melalui tindakan nyata.

Aksi, Bukan Sekadar Simbol

Sejak pembukaan hingga penutupan, JKA hampir tak beranjak dari tengah masyarakat. Ia memilih hadir bukan hanya di momen seremonial, tetapi memastikan setiap detail event berjalan maksimal.

“Kita tidak ingin Pacu Kudo ini sekadar acara. Kita ingin event ini sejajar dengan event nasional,” tegasnya.

Baginya, kesuksesan acara bukan hanya diukur dari meriahnya penonton, tetapi juga kenyamanan pengunjung dan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Baca Juga  Bupati Padang Pariaman Pastikan Distribusi Air Bersih Segera Pulih Pasca Banjir

Dan saat acara usai, komitmen itu diuji bukan di atas panggung, melainkan di atas tanah yang penuh sisa aktivitas.

Mengetuk Nurani Lewat Aksi Nyata

Aksi bersih-bersih ini, menurut JKA, bukan sekadar kegiatan penutup. Lebih dari itu, ini adalah pesan moral.

Ia secara tegas mengajak seluruh pemangku kepentingan anggota dewan, wali nagari, camat, kepala OPD hingga tokoh masyarakat untuk menjadi contoh nyata di tengah masyarakat.

“Ini bukan pencitraan. Ini refleksi diri. Kita yang diberi amanah harus jadi contoh,” ujarnya.

JKA juga menyadari bahwa tidak semua orang akan melihat aksi ini secara positif. Namun baginya, perubahan harus dimulai, sekecil apa pun langkahnya.

Masalah Sampah yang Masih Menggunung

Di balik semangat kebersamaan itu, JKA menyoroti persoalan klasik yang masih menjadi pekerjaan rumah tentang sampah.

Ia mengungkapkan, hingga kini masih banyak masyarakat yang membuang sampah sembarangan, terutama di sepanjang jalan utama Padang Pariaman. Sampah plastik pun masih mendominasi.

Bahkan dalam kehidupan sehari-hari, seperti usai acara hajatan, sampah sering dibiarkan menumpuk berhari-hari tanpa dibersihkan. Tenda yang memakan bahu jalan pun kerap dibiarkan berdiri terlalu lama.

Baca Juga  Bupati Klarifikasi: Festival Baralek Gadang Tidak Dibatalkan, Hanya Tanpa APBD

“Kita masih menganggap sampah bukan persoalan. Ini yang harus diubah,” tegasnya.

Ia pun meminta camat dan wali nagari untuk serius mencari solusi pengelolaan sampah di wilayah masing-masing.

Dari Pacu Kuda untuk Perubahan Mindset

Dari arena pacu kuda, JKA berharap lahir perubahan pola pikir masyarakat. Bahwa menjaga lingkungan adalah bagian dari budaya, bukan sekadar kewajiban.

Pacu Kudo, yang selama ini dikenal sebagai warisan budaya Minangkabau, kini berkembang menjadi ruang edukasi sosial mengajarkan kebersamaan, kepedulian, dan tanggung jawab.

Event ini tidak hanya menggerakkan ekonomi masyarakat, tetapi juga menggugah kesadaran kolektif.

■ Aksi bersih-bersih yang dipimpin Bupati John Kenedy Azis menjadi pesan kuat pentingnya menjaga lingkungan usai gelaran Pacu Kudo 2026.

Lebih dari Sekadar Hiburan

Pacu Kuda 2026 telah usai. Namun pesan yang ditinggalkan jauh lebih panjang dari lintasan pacu itu sendiri.

Ini adalah bukti bahwa sebuah event daerah bisa menjadi lebih dari sekadar hiburan akan tumbuh menjadi gerakan.

Gerakan untuk peduli.
Gerakan untuk berubah.
Gerakan untuk masa depan Padang Pariaman yang lebih baik.

“Terima kasih kepada seluruh pihak, baik di ranah maupun rantau. Sampai jumpa di event berikutnya,” tutup JKA.

Dengan satu harapan sederhana, semangat kebersamaan ini tidak berhenti di arena pacu, tetapi terus hidup dalam keseharian masyarakat. [*]