PADANG PARIAMAN | KLIKGENZ.COM — Upaya memperkuat integritas pelaksanaan Pemilihan Wali Nagari (Pilwana/ Pilkades *red) serentak 2026 terus dilakukan. Badan Musyawarah (Bamus) Nagari III Koto Aur Malintang, Kecamatan IV Koto Aur Malintang, Kabupaten Padang Pariaman Provinsi Sumatera Barat menggandeng Bawaslu Padang Pariaman dalam membahas teknis strategis pengawasan Pilwana, Rabu (22/4/2026), di Kantor Nagari setempat.
Langkah ini menjadi bagian penting dalam memastikan pelaksanaan Pilwana di 74 nagari di Kabupaten Padang Pariaman berjalan jujur, adil, dan berintegritas.
Ketua Bamus Nagari III Koto Aur Malintang, Yasmahadi, menegaskan bahwa penguatan kapasitas pengawasan menjadi kebutuhan mendasar, mengingat Bamus juga melekat sebagai panitia pengawas Pilwana di tingkat nagari.
“Hal-hal teknis pengawasan harus menjadi dasar yang jelas bagi pengawas Pilwana. Karena itu kami menggandeng Bawaslu sebagai lembaga resmi pengawas pemilu untuk berbagi ilmu dan pengalaman, khususnya terkait objek pengawasan yang krusial,” ujarnya.
Menurutnya, tanpa sistem pengawasan yang baik, mustahil Pilwana dapat menghasilkan proses demokrasi yang berintegritas.
“Pengawasan adalah kunci. Tanpa itu, pelaksanaan Pilwana berpotensi menyimpang dari prinsip demokrasi,” tegasnya.
Ia juga berharap kolaborasi ini tidak berhenti pada diskusi semata, tetapi dapat ditindaklanjuti dalam bentuk kerja sama resmi melalui nota kesepahaman (MoU), sebagai landasan penguatan pengawasan di tingkat nagari.
Sementara itu, Ketua Bawaslu Padang Pariaman, Azwar Mardin, menyambut positif inisiatif tersebut. Ia menilai keberadaan panitia pengawas dalam setiap tahapan Pilwana merupakan kebutuhan yang tidak bisa diabaikan.
“Pilwana yang berkualitas membutuhkan pengawasan yang kuat. Kehadiran pengawas akan memastikan setiap tahapan berjalan sesuai aturan dan prinsip demokrasi,” katanya.
Azwar juga mengapresiasi langkah Bamus yang menunjukkan kesadaran tinggi terhadap pentingnya menjaga kualitas demokrasi di tingkat nagari.

Dalam kesempatan tersebut, Bawaslu Padang Pariaman memaparkan “best practice” pengawasan pemilu dan pemilihan kepala daerah sebagai referensi dalam pengawasan Pilwana. Materi yang disampaikan mencakup strategi pencegahan pelanggaran, pemetaan potensi kerawanan, hingga mitigasi konflik selama tahapan Pilwana.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh panitia pemilihan wali nagari dan perangkat nagari, yang diharapkan mampu memperkuat komitmen bersama dalam menjaga integritas sebagai penyelenggara dan pengawas Pilwana di tingkat lokal.
Dengan adanya sinergi ini, diharapkan pelaksanaan Pilwana 2026 di Nagari III Koto Aur Malintang dapat menjadi contoh praktik demokrasi nagari yang transparan, akuntabel, dan berintegritas. [*]











