JAKARTA|KLIKGENZ.COM – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menerima kunjungan kerja Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Antonio Guterres, di kediamannya di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (17/10/2026) malam. Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat dialog dan kemitraan Indonesia dengan PBB dalam menghadapi berbagai tantangan global.
Berdasarkan keterangan Biro Pers Istana pada Minggu (18/10/2026), pertemuan kedua pemimpin berlangsung dalam suasana hangat dan bersahabat. Sejumlah isu strategis menjadi pembahasan, termasuk penguatan kerja sama multilateral untuk mendorong perdamaian, stabilitas, dan penyelesaian konflik internasional.
Kunjungan Guterres juga menjadi kesempatan bagi kedua pihak untuk mempererat komunikasi di tengah berbagai persoalan global yang membutuhkan keterlibatan dan kerja sama antarnegara.
Berikut sejumlah hal penting dalam kunjungan Sekjen PBB Antonio Guterres ke kediaman Presiden Prabowo di Hambalang.
1. Prabowo Sambut Langsung Kedatangan Guterres
Presiden Prabowo Subianto menyambut langsung kedatangan Antonio Guterres ketika tiba di kediamannya di Hambalang pada Sabtu malam.
Mengacu pada keterangan Biro Pers Istana, Prabowo menghampiri Guterres saat turun dari kendaraan. Keduanya kemudian berjalan bersama menuju pendopo untuk mengikuti sesi foto bersama.
Suasana penyambutan berlangsung hangat. Guterres juga disambut oleh anak-anak yang mengenakan pakaian adat nasional, menambah nuansa keakraban dalam rangkaian acara tersebut.
Penyambutan ini mengawali agenda kunjungan kerja Sekjen PBB yang dilanjutkan dengan pertemuan bilateral bersama Presiden Prabowo dan delegasi masing-masing.
2. Prabowo dan Guterres Bahas Isu Strategis Global
Setelah prosesi penyambutan, Prabowo dan Guterres melanjutkan agenda dengan menggelar pertemuan bilateral bersama delegasi masing-masing.
Pertemuan tersebut membahas sejumlah isu strategis serta upaya memperkuat komunikasi dan kerja sama multilateral dalam menghadapi berbagai tantangan internasional.
Dialog kedua pemimpin juga menjadi bagian dari upaya memperkuat kemitraan Indonesia dan PBB, khususnya dalam mendorong perdamaian, menjaga stabilitas, serta mencari penyelesaian atas berbagai persoalan global melalui jalur diplomasi.
Kerja sama multilateral dinilai penting karena sejumlah tantangan internasional membutuhkan koordinasi dan komitmen bersama dari berbagai negara.
Bagi Indonesia, hubungan dengan PBB juga menjadi salah satu jalur diplomasi untuk menyuarakan kepentingan nasional sekaligus berkontribusi terhadap upaya menjaga ketertiban dunia.
3. Antonio Guterres Apresiasi Politik Luar Negeri Indonesia
Dalam rangkaian pertemuan tersebut, Antonio Guterres menyampaikan apresiasi terhadap kepemimpinan dan arah politik luar negeri Indonesia di bawah Presiden Prabowo Subianto.
Guterres juga mengapresiasi langkah Indonesia dalam mendukung terciptanya ketertiban dunia serta upaya membantu rakyat Palestina.
Dukungan terhadap Palestina merupakan salah satu isu yang secara konsisten mendapat perhatian dalam diplomasi Indonesia. Indonesia mendorong penyelesaian konflik melalui pendekatan damai serta mendukung terwujudnya solusi dua negara sebagai jalan menuju perdamaian yang berkelanjutan.
Apresiasi tersebut mencerminkan pentingnya peran diplomasi Indonesia dalam membangun komunikasi internasional dan memperjuangkan penyelesaian konflik melalui mekanisme multilateral.
Meski demikian, rincian lebih lanjut mengenai hasil pembahasan dan kesepakatan konkret dari pertemuan di Hambalang perlu merujuk pada keterangan resmi kedua pihak.
4. Guterres Bermalam di Kediaman Prabowo
Dalam kunjungan tersebut, Antonio Guterres dijadwalkan bermalam di kediaman Presiden Prabowo di Hambalang.
Selain menjadi bagian dari rangkaian kunjungan kerja, kesempatan tersebut juga dimanfaatkan untuk mempererat komunikasi antara kedua pemimpin.
Dalam kesempatan yang sama, Guterres berpamitan menjelang berakhirnya masa jabatannya sebagai Sekretaris Jenderal PBB pada Desember 2026, sebagaimana disebutkan dalam materi keterangan kunjungan tersebut.
Momentum ini memberikan ruang bagi pertukaran pandangan mengenai hubungan Indonesia dengan PBB serta pentingnya kesinambungan kerja sama internasional dalam menghadapi tantangan dunia.
5. Pertemuan Lanjutan Setelah Dialog di New York
Pertemuan di Hambalang bukan kali pertama Prabowo dan Guterres bertemu dalam agenda diplomatik.
Keduanya sebelumnya menggelar pertemuan bilateral setelah Prabowo menyampaikan pidato pada Konferensi Internasional Tingkat Tinggi untuk Penyelesaian Damai atas Masalah Palestina dan Implementasi Solusi Dua Negara di Gedung Sekretariat PBB, New York, Amerika Serikat, pada Senin, 22 September 2025.
Pertemuan tersebut menjadi bagian dari komunikasi diplomatik antara Indonesia dan PBB, terutama dalam membahas persoalan Palestina dan upaya mendorong penyelesaian konflik secara damai.
Dari berbagai agenda diplomatik hingga pertemuan di Hambalang, hubungan Prabowo dan Guterres menunjukkan pentingnya dialog berkelanjutan antara Indonesia dan organisasi internasional tersebut.
Indonesia diharapkan terus berperan aktif dalam memperjuangkan perdamaian, menjaga stabilitas internasional, serta memperkuat penyelesaian berbagai persoalan global melalui kerja sama multilateral.
Kunjungan Guterres ke Indonesia pun menjadi momentum untuk menegaskan kembali pentingnya kemitraan antara Indonesia dan PBB dalam mendorong dunia yang lebih damai, stabil, dan berkeadilan.[*]











