Dalam skema tersebut, masing-masing pelabuhan memiliki fungsi berbeda untuk mengatur jenis kendaraan yang akan menyeberang menuju Pelabuhan Bakauheni.
Pada musim mudik tahun ini, Pelabuhan Ciwandan difokuskan untuk melayani penyeberangan sepeda motor pemudik serta sejumlah kendaraan logistik. Pengalihan ini dilakukan agar kepadatan kendaraan roda dua tidak menumpuk di pelabuhan utama.
Sementara itu, Pelabuhan Merak tetap menjadi pelabuhan utama yang melayani kendaraan penumpang seperti mobil pribadi, bus, dan kendaraan non-logistik lainnya.
Dalam skema alur perjalanan, kendaraan dari arah Jakarta akan diarahkan petugas melalui jalur yang telah ditentukan menuju masing-masing pelabuhan. Jika terjadi lonjakan kendaraan, pemudik akan diarahkan terlebih dahulu ke area buffer zone atau kantong parkir sebelum masuk ke dermaga penyeberangan.
Setelah mendapatkan giliran, kendaraan akan masuk ke kapal feri untuk menyeberang menuju Pelabuhan Bakauheni sebagai pintu gerbang utama menuju Pulau Sumatra.

Pemerintah juga mengimbau para pemudik untuk membeli tiket penyeberangan secara daring sebelum tiba di pelabuhan guna menghindari antrean panjang. Selain itu, pemudik diminta datang sesuai jadwal keberangkatan yang tertera pada tiket.
Dengan pengaturan ini, diharapkan arus kendaraan selama periode mudik Idulfitri 2026 dapat berjalan lebih tertib, aman, dan lancar. [*]











