News

BNPB dan Pemkab Sanggau Perkuat Penanganan Banjir, Bantuan Rp508 Juta Disalurkan

Redaksi
×

BNPB dan Pemkab Sanggau Perkuat Penanganan Banjir, Bantuan Rp508 Juta Disalurkan

Sebarkan artikel ini

Banjir Sanggau Sempat Putus Akses PLBN Entikong, Status Siaga Darurat Ditetapkan

Foto : BNPB

KALIMANTAN BARAT | KLIKGENZ – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Pemerintah Kabupaten Sanggau memperkuat penanganan banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat. Penguatan dilakukan melalui rapat koordinasi teknis, monitoring lapangan, serta penyaluran bantuan logistik bagi warga terdampak.

Banjir dipicu hujan berintensitas tinggi pada Jumat (9/1) yang menyebabkan Sungai Sekayam meluap dan merendam permukiman warga dengan ketinggian air mencapai 1 hingga 3 meter. Bencana ini juga mengganggu aktivitas masyarakat dan memutus akses Jalan Utama menuju Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong, jalur strategis perlintasan Indonesia–Malaysia.

Baca Juga  Saat Bencana Menguji Empati: Pentingnya Bantuan Tepat Sasaran bagi Korban Banjir dan Longsor

Merespons kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Sanggau menetapkan Status Siaga Darurat Bencana Banjir, Angin Puting Beliung, dan Tanah Longsor sejak 5 Januari 2026. Status ini menjadi dasar penguatan kesiapsiagaan dan koordinasi lintas sektor, serta dapat ditingkatkan menjadi tanggap darurat apabila situasi memburuk.

Sebagai bentuk pendampingan, BNPB bersama Pemkab Sanggau menggelar Rapat Koordinasi Teknis Penanganan Banjir pada Selasa (13/1). Rapat menghasilkan sejumlah kesepakatan strategis, termasuk pembentukan Satgas Komando Penanganan Bencana dan penguatan kolaborasi lintas sektor.

Baca Juga  Pasar Kuala Simpang Bangkit Pascabanjir, Aktivitas Perdagangan Mulai Normal

Dalam kesempatan tersebut, BNPB juga menyalurkan bantuan logistik dan peralatan senilai Rp508.930.000 berupa paket sembako, selimut, matras, perahu dan mesin, velbed, handy talky, serta kasur lipat.

Selain rapat, tim BNPB dan Pemkab Sanggau melakukan monitoring ke sejumlah lokasi terdampak, termasuk wilayah perbatasan Entikong. Hasil pemantauan menunjukkan genangan air mulai surut dan tidak terdapat korban jiwa. Pemerintah daerah tetap meningkatkan kesiapsiagaan dengan mengacu pada prakiraan cuaca BMKG guna mengantisipasi potensi cuaca ekstrem susulan. [*]