NagariPadang PariamanPolitik

Eks Pelapor Kasus Ahok, Pedri Kasman Maju Pilwana 2026 Bangun Nagari

Redaksi
×

Eks Pelapor Kasus Ahok, Pedri Kasman Maju Pilwana 2026 Bangun Nagari

Sebarkan artikel ini

Dari panggung nasional ke kampung halaman, Pedri Kasman bawa visi pendidikan dan kebangkitan generasi muda

■ foto ilustrasi AI
■ foto ilustrasi AI

PADANG PARIAMAN | KLIKGENZ.COM – Kontestasi Pilwana 2026 di Padang Pariaman semakin menarik dengan hadirnya Pedri Kasman. Dikenal sebagai eks pelapor kasus Basuki Tjahaja Purnama, ia kini pulang kampung membawa visi pembangunan nagari berbasis pendidikan dan nilai keagamaan.

Tahapan Pemilihan Wali Nagari (Pilwana) 2026 di Kabupaten Padang Pariaman saat ini telah memasuki proses seleksi administrasi bakal calon. Kontestasi tahun ini pun disebut-sebut berlangsung panas, mengingat masa jabatan wali nagari mencapai 8 tahun. Artinya, kandidat yang belum berhasil harus menunggu hingga 2033 untuk kembali bertarung.

Di tengah tingginya antusiasme masyarakat di 74 nagari, kehadiran Pedri Kasman menjadi sorotan tersendiri. Ia bukan hanya representasi generasi muda, tetapi juga figur dengan rekam jejak nasional yang kuat.

Dari Aktivis Nasional ke Kontestasi Nagari

Pedri Kasman dikenal luas sebagai mantan Sekretaris Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah pada 2017. Kiprahnya di tingkat nasional membuatnya terlibat dalam berbagai isu strategis kebangsaan.

Baca Juga  Prabowo Kunjungan Resmi ke Jepang, Temui Kaisar Naruhito dan PM Sanae Takaichi Bahas Kerja Sama Strategis

Namanya semakin dikenal publik setelah menjadi salah satu pelapor dalam kasus penodaan agama yang melibatkan Basuki Tjahaja Purnama. Sejak saat itu, Pedri kerap dikaitkan dengan gerakan moral dan keagamaan di tingkat nasional.

Selain itu, selama berada di Jakarta, ia aktif di lingkungan Muhammadiyah serta organisasi perantau seperti Ikatan Keluarga Nagari Batu Basa (IKNABAS) dan IKAKO AMAL.

Pulang Kampung dengan Misi Besar

Kini, Pedri Kasman memilih kembali ke kampung halamannya di Nagari III Koto Aur Malintang, Kecamatan IV Koto Aur Malintang, untuk ikut serta dalam Pilwana 2026.

Keputusan ini sejalan dengan falsafah Minangkabau yang ia pegang teguh: “Karatau madang di hulu, babuah babungo balun, marantau bujang dahulu, di rumah paguno balun.” Sebuah filosofi yang menekankan pentingnya merantau sebelum kembali mengabdi di kampung halaman.

Dengan pengalaman yang dimiliki, Pedri ingin menghadirkan perubahan nyata di tingkat nagari.

Fokus Pendidikan dan Generasi Berkarakter

Salah satu fokus utama yang diusung Pedri adalah pembangunan sektor pendidikan. Ia turut mendorong hadirnya Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) di nagari sebagai investasi jangka panjang bagi generasi muda.

Baca Juga  Lansia Meninggal dalam Kebakaran Dua Rumah di Pesisir Selatan, Kerugian Capai Rp500 Juta

Menurutnya, pembangunan nagari tidak hanya soal infrastruktur, tetapi juga membentuk karakter masyarakat yang berlandaskan nilai agama dan budaya.

Dukungan dari kalangan perantau pun menjadi kekuatan tersendiri bagi Pedri dalam menghadapi kontestasi ini.

■ Pedri Kasman saat memberikan keterangan kepada awak media dalam proses penanganan kasus penodaan agama yang melibatkan Basuki Tjahaja Purnama di Jakarta, beberapa tahun lalu. [Foto Istimewa]

Pilwana Kian Dinamis

Pilwana 2026 di Padang Pariaman memang menghadirkan dinamika baru. Banyaknya kandidat dari generasi muda, tokoh masyarakat, hingga mantan politisi membuat persaingan semakin kompetitif.

Di Nagari III Koto Aur Malintang sendiri, pertarungan dipastikan menarik meski hanya diikuti tiga bakal calon.

Namun, dengan latar belakang nasional, jaringan luas, serta visi pembangunan yang dibawa, Pedri Kasman kini menjadi salah satu figur yang diperhitungkan dalam perebutan kursi wali nagari.

Publik pun menanti, apakah langkah “pulang kampung” ini akan berbuah kepercayaan masyarakat di Pilwana 2026. [*]