NewsPadang

Enam Kandidat Sekda Padang: Dari Teknis hingga Humanis, Siapa Paling Siap Pimpin Birokrasi?

Redaksi
×

Enam Kandidat Sekda Padang: Dari Teknis hingga Humanis, Siapa Paling Siap Pimpin Birokrasi?

Sebarkan artikel ini

Profil singkat 6 pejabat eselon II yang berebut kursi strategis Sekretaris Daerah Kota Padang

Foto : ilustrasi AI

PADANG | KLIKGENZ.COM – Peta persaingan menuju kursi Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Padang mulai menampakkan wajahnya. Enam pejabat pimpinan tinggi pratama yang lolos seleksi administrasi kini bersiap melewati tahapan krusial berikutnya uji kompetensi dan penilaian gagasan.

Di balik nama-nama itu, tersimpan rekam jejak panjang, gaya kepemimpinan yang beragam, serta pendekatan berbeda dalam mengelola birokrasi. Kursi Sekda bukan sekadar jabatan administratif, melainkan poros yang menentukan arah mesin pemerintahan daerah.

Berikut potret singkat enam kandidat tersebut:

Ances Kurniawan: Teknis Lapangan dan Ketegasan Infrastruktur

Sebagai Kepala Dinas Perhubungan Kota Padang, Ances Kurniawan dikenal lekat dengan urusan teknis lapangan. Ia terbiasa mengurai persoalan transportasi, dari kemacetan hingga penataan lalu lintas.

Karakter kepemimpinannya cenderung tegas dan berbasis solusi cepat. Dalam konteks Sekda, pengalaman ini menjadi modal dalam memastikan kebijakan berjalan efektif di tingkat implementasi.

Chandra Eka Putra: Disiplin dan Penegakan Aturan

Di bawah kepemimpinannya di Satuan Polisi Pamong Praja, Chandra Eka Putra akrab dengan isu ketertiban umum dan penegakan regulasi daerah.

Pendekatannya dikenal disiplin dan struktural. Ia berhadapan langsung dengan dinamika sosial di lapangan, termasuk penertiban dan konflik kepentingan publik. Modal ini dapat menjadi kekuatan dalam menjaga stabilitas birokrasi.

Baca Juga  Transformasi BUMD: BPR PKPP Padang Pariaman Kembangkan Aset Jadi Rp16 Miliar

Fadelan Fitra Masta: Perspektif Lingkungan dan Pembangunan Berkelanjutan

Sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Fadelan Fitra Masta membawa perspektif berbeda: pembangunan yang tidak hanya cepat, tetapi juga berkelanjutan.

Isu lingkungan yang kian kompleks menuntut kebijakan lintas sektor. Dalam posisi Sekda, pendekatan ini bisa menjadi jembatan antara pembangunan fisik dan keberlanjutan ekologi.

Raju Minropa: Kunci Pengelolaan Anggaran dan Aset

Mengemban jabatan Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Raju Minropa berada di jantung pengelolaan fiskal pemerintah kota.

Ia memahami secara detail arus anggaran, efisiensi belanja, hingga optimalisasi aset daerah. Dalam struktur pemerintahan, kemampuan mengendalikan keuangan sering kali menjadi faktor penentu keberhasilan program.

dr. Srikurnia Yati: Sentuhan Layanan Publik dan Empati

Berangkat dari sektor kesehatan, dr. Srikurnia Yati membawa pendekatan yang lebih humanis. Sebagai Kepala Dinas Kesehatan, ia terbiasa menangani isu pelayanan dasar yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Baca Juga  Kota Padang Darurat Tawuran: Kenakalan Remaja Yang Kian Meresahkan

Gaya kepemimpinannya kerap dikaitkan dengan empati dan pelayanan. Dalam posisi Sekda, pendekatan ini bisa memperkuat orientasi birokrasi yang lebih responsif terhadap kebutuhan publik.

Yopi Krislova: Pengalaman Panjang di Dunia Pendidikan

Sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Yopi Krislova memiliki pengalaman panjang dalam mengelola sektor yang menyentuh generasi masa depan.

Ia terbiasa mengelola sistem besar dengan banyak pemangku kepentingan—dari guru hingga orang tua. Kemampuan koordinasi lintas aktor ini menjadi nilai tambah dalam peran Sekda yang menuntut orkestrasi birokrasi secara menyeluruh.

Menunggu Tiga Besar: Siapa Paling Siap?

Tahapan berikutnya akan menjadi penentu. Uji kompetensi dan penilaian makalah bukan sekadar formalitas, melainkan arena untuk menguji visi, kapasitas manajerial, serta kemampuan membaca arah pembangunan Kota Padang ke depan.

Dari enam nama ini, hanya tiga yang akan melaju ke tahap akhir sebelum dipilih sebagai Sekda definitif.

Di titik inilah, publik menunggu: siapa yang bukan hanya mampu memimpin birokrasi, tetapi juga menyatukan ritme pembangunan di Kota Padang. [*]