PASAMAN BARAT | KLIKGENZ.COM — Tren kebangkitan pariwisata domestik selama momentum libur Lebaran kembali terlihat di daerah. Memasuki hari kedua pelaksanaan Pesta Pantai Muaro Sasak, Kabupaten Pasaman Barat, ribuan wisatawan memadati sejumlah destinasi unggulan, menandai meningkatnya mobilitas wisata lokal di berbagai daerah Indonesia.
Lonjakan pengunjung ini mempertegas geliat sektor pariwisata daerah sebagai salah satu penggerak ekonomi nasional berbasis lokal. Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat mencatat, antusiasme wisatawan sudah terlihat sejak hari pertama dan terus meningkat pada hari berikutnya.
Kepala Dinas Pariwisata Pasaman Barat, Afrizal, menyampaikan bahwa kawasan Muaro Sasak menjadi salah satu titik favorit dengan jumlah kunjungan mencapai sekitar 5.000 orang dalam satu hari.
“Untuk Muaro Sasak, hari ini lebih kurang ada sekitar 5.000 pengunjung. Angka ini juga dipengaruhi oleh kondisi di lapangan, termasuk perbedaan tiket dengan destinasi lainnya,” ujarnya, Senin (23/3).
Tidak hanya itu, sejumlah destinasi lain juga mengalami lonjakan serupa. Kawasan Pohon Seribu mencatat sekitar 7.000 pengunjung, sementara Sikabau mencapai 6.000 pengunjung. Pemerintah daerah memproyeksikan angka ini masih akan terus meningkat hingga penutupan acara.
“Berdasarkan pengalaman tahun sebelumnya, lonjakan biasanya terjadi di hari-hari terakhir, termasuk wisatawan dari luar daerah,” kata Afrizal.
Pariwisata Lokal Jadi Mesin Ekonomi
Fenomena ini mencerminkan tren nasional di mana sektor pariwisata berbasis daerah semakin berperan dalam mendorong perputaran ekonomi masyarakat. Dalam gelaran Pesta Pantai tahun ini, Pemkab Pasaman Barat tidak hanya mengandalkan daya tarik alam, tetapi juga mengintegrasikan unsur ekonomi kreatif.
Beragam atraksi ditampilkan, mulai dari seni budaya khas daerah, hiburan musik lokal, hingga pelibatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui konsep “buka lapak”.
“Kami menghadirkan seni budaya sebagai identitas daerah, hiburan artis lokal, serta membuka ruang bagi UMKM. Ada juga wahana permainan anak hingga penyewaan ATV di kawasan pantai,” jelasnya.
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi lintas sektor di lingkungan pemerintah daerah bersama berbagai pemangku kepentingan, yang bertujuan memperkuat daya tarik wisata sekaligus memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat.
Keamanan Kondusif, Layanan Responsif
Di tengah tingginya mobilitas pengunjung, aspek keamanan menjadi perhatian utama. Pemerintah daerah memastikan bahwa selama dua hari pelaksanaan, situasi berlangsung kondusif tanpa adanya gangguan kriminalitas.
“Alhamdulillah, tidak ada aksi premanisme atau kegiatan negatif lainnya. Semua berjalan aman dan tertib,” tegas Afrizal.
Meski terdapat insiden kecil seperti anak yang terpisah dari orang tua, petugas di lapangan dinilai sigap dalam penanganan.
“Ada laporan anak hilang karena kelalaian, tapi dalam hitungan menit sudah ditemukan kembali dalam keadaan aman,” tambahnya.
Imbauan Keselamatan dan Kebersihan
Seiring meningkatnya jumlah pengunjung, pemerintah daerah juga mengingatkan pentingnya kesadaran bersama dalam menjaga keselamatan dan kebersihan lingkungan wisata. Pengunjung diimbau untuk tidak mandi di laut serta menghindari area rawan.
Selain itu, sistem pengelolaan sampah juga telah disiapkan, termasuk penyisiran rutin setiap hari guna menjaga kebersihan kawasan pantai.
“Keselamatan dan kebersihan menjadi komitmen bersama selama kegiatan berlangsung,” ujarnya.
Dorong Pariwisata Berkelanjutan
Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat berharap Pesta Pantai Muaro Sasak tidak hanya menjadi agenda seremonial tahunan, tetapi juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang dalam mengembangkan pariwisata berkelanjutan.
Dengan meningkatnya kunjungan wisatawan, sektor ini diharapkan terus tumbuh sebagai motor penggerak ekonomi daerah sekaligus berkontribusi terhadap pemulihan dan penguatan pariwisata nasional. [*]











