PADANG | KLIKGENZ.COM – Pemerintah Kota (Pemko) Padang terus mematangkan persiapan menghadapi evaluasi Kota Layak Anak (KLA) tahun 2026. Berbagai langkah strategis dilakukan, mulai dari penguatan program hingga melengkapi data dukung pada setiap indikator penilaian, dengan target kembali meraih predikat Utama di tingkat nasional.
Ketua Yayasan Ruang Anak Dunia (Ruandu) Provinsi Sumatera Barat, Wanda Leksmana, menyampaikan bahwa dalam beberapa hari terakhir pihaknya bersama tim operator dari unsur civil society telah menggelar rapat maraton guna membahas seluruh klaster penilaian KLA.
“Dalam lima hari belakangan ini kami melakukan rapat maraton untuk mempersiapkan penginputan data Kota Padang Layak Anak tahun 2026. Pembahasan dimulai dari klaster hak sipil dan kebebasan, lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif, kesehatan dasar dan kesejahteraan, pendidikan serta pemanfaatan waktu luang dan kegiatan budaya, hingga klaster perlindungan khusus anak,” ujar Wanda.
Ia menjelaskan bahwa terdapat 24 indikator yang menjadi dasar penilaian dalam program Kota Layak Anak secara nasional. Pada tahun 2025 lalu, Kota Padang berhasil meraih Predikat Nindya, yang merupakan tingkat ketiga dari lima kategori penilaian KLA.
Adapun lima kategori tersebut yakni Pratama, Madya, Nindya, Utama, dan Kota Layak Anak sebagai predikat tertinggi.
“Untuk predikat Kota Layak Anak itu ada lima tingkatan, dan pada tahun 2025 lalu Kota Padang memperoleh predikat Nindya,” jelasnya.
Menurut Wanda, pada evaluasi tahun 2026 ini Pemerintah Kota Padang menargetkan peningkatan capaian dengan kembali meraih predikat Utama. Target tersebut ditempuh melalui pemenuhan data dukung yang lengkap, akurat, serta mampu meyakinkan tim verifikasi nasional dalam proses penilaian.
“Salah satu strategi yang dilakukan saat ini adalah memastikan seluruh data dukung lengkap, akurat, dan dapat memperkuat setiap indikator yang dinilai oleh tim verifikasi,” tambahnya.
Selain memperkuat data dan program, Pemko Padang juga mendorong kolaborasi lintas sektor. Sinergi tersebut melibatkan pemerintah daerah, dunia usaha, media massa, lembaga masyarakat, hingga perguruan tinggi.
Kolaborasi ini diharapkan mampu memperkuat program perlindungan serta pemenuhan hak anak secara berkelanjutan di Kota Padang.
Dengan berbagai langkah tersebut, Pemko Padang optimistis mampu meningkatkan capaian dalam evaluasi Kota Layak Anak 2026 sekaligus memperkuat komitmen menjadikan Kota Padang sebagai kota yang aman, ramah, dan berpihak pada tumbuh kembang anak. [*]
(Taufik/Filsa/diskominfo padang)











