BIREUEN, KLIKGENZ.COM — Pemerintah menyiapkan sebanyak 365 hunian tetap (huntap) bagi warga terdampak bencana di Kabupaten Bireuen, Aceh. Program ini dilaksanakan melalui skema rumah bangun kembali di lokasi terdampak bencana atau insitu.
Dari total tersebut, sebanyak 70 unit saat ini dalam proses pembangunan yang tersebar di tiga kecamatan yakni Juli, Jangka, dan Peudada.
Warga penyintas bencana menyambut positif pembangunan hunian tetap tersebut. Selain desainnya yang dinilai layak huni, rumah tersebut juga memiliki ruang yang cukup luas untuk kebutuhan keluarga.
Huntap yang dibangun pemerintah bercat putih dengan fasilitas ruang utama, dua kamar tidur, satu kamar mandi, serta menggunakan penerangan lampu LED.
Salah satu warga Desa Balee Panah, Rosyuliana, mengaku senang karena rumah permanen tersebut dibangun kembali di lokasi rumah lamanya yang terdampak bencana.
Menurutnya, rumah contoh yang telah dibangun nantinya akan ditempati oleh anggota keluarganya.
“Rasanya senang, huniannya lumayan bagus, kamarnya juga luas. Kalau ini punya adik saya, kalau itu punya bapak saya, satu lagi punya adik saya juga,” kata Rosyuliana dalam keterangan tertulis yang diterima dari Badan Komunikasi Pemerintah, Senin (16/3/2026).
Rosyuliana mengatakan keluarganya mendapatkan tiga unit hunian tetap. Ia pun menyampaikan terima kasih kepada pemerintah atas bantuan pembangunan rumah tersebut.
“Terima kasih telah membangun huntap buat kami,” ujarnya.
Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per 13 Maret 2026, sebanyak tiga unit rumah contoh telah selesai dibangun di Desa Balee Panah, Kecamatan Juli.
Pembangunan rumah contoh ini menjadi tahap awal sebelum pembangunan ratusan hunian tetap lainnya dilanjutkan. Rumah contoh tersebut juga menjadi sarana bagi masyarakat untuk melihat langsung desain dan kualitas bangunan yang akan mereka tempati pascabencana.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Suharyanto, turut meninjau langsung pembangunan rumah contoh tersebut. Dalam kunjungannya, ia juga berdialog dengan warga untuk mendengarkan berbagai kendala selama proses pembangunan.
Selain meninjau pembangunan hunian, Suharyanto juga menyerahkan bantuan sembako kepada masyarakat terdampak sebagai dukungan pemenuhan kebutuhan dasar selama masa pemulihan pascabencana.
Pemerintah saat ini terus mempercepat berbagai program rehabilitasi dan rekonstruksi di wilayah terdampak bencana di Pulau Sumatra. Upaya tersebut dilakukan agar masyarakat dapat kembali menjalani kehidupan yang lebih aman dan layak.
“Pembangunan hunian sementara (huntara) dan huntap, penyaluran bantuan logistik, serta pendampingan kepada masyarakat menjadi bagian dari langkah nyata pemerintah untuk memastikan warga dapat kembali hidup lebih aman, layak, dan produktif pascabencana,” ujar Suharyanto. [*]











